Lainnya

5 Hal Buruk yang Bisa Dilakukan Karyawan Pasca Lebaran, Antisipasi!

Resign

Saat lebaran pastinya Anda sebagai pebisnis akan meliburkan karyawan dalam waktu yang cukup lama. Nah dari waktu yang cukup lama libur inilah membuat banyak hal berbeda bisa muncul dalam diri karyawan. Perubahan yang terjadi dalam diri karyawan pasca lebaran inilah yang bisa saja membuat bisnis atau perusahaan Anda mengalami dampaknya. Tentu kalau dampak positif yang dibawa karyawan maka bukanlah menjadi perkara. Sayangnya pasca lebaran ini tidak sedikit karyawan yang membawa dampak negatif bagi bisnis dan perusahaan. Sebagai pebisnis sejati tentu Anda tidak boleh membiarkan dampak negatif dari karyawan pasca lebaran tersebut. Untuk itulah langkah antisipasi menjadi hal yang nyata untuk Anda lakukan supaya Anda bisa meminimalisir sekecil mungkin dari dampak negatif tersebut. Dan inilah beberapa hal buruk yang bisa dilakukan oleh karyawan pasca lebaran.

  1. Terlambat Masuk Kerja

Hal buruk pertama yang bisa dilakukan karyawan pasca lebaran adalah terlambat masuk kerja. Setelah liburan lebaran yang berlangsung lama, tak jarang memang karyawan yang merasakan kemalasan masuk kerja. Dari rasa malas inilah maka tidak jarang kemudian dijumpai karyawan yang terlambat masuk kerja. Bukan hanya sekedar terlambat jam masuk kantor, tapi tidak sedikit diantara mereka yang tidak masuk kerja dihari yang telah ditentukan. Beberapa dari mereka ini terlambat masuk kerja di hari berikutnya. Tentu saja keterlambatan masuk kerja karyawan ini adalah sesuatu yang buruk dan merugikan Anda sebagai pemilik bisnis. Hal ini dikarenakan keterlambatan masuk kerja dari karyawan tersebut akan membuat bisnis berjalan macet tanpa produktivitas.

  1. Cuti

Dengan alasan kampung halaman yang jauh, tak jarang pula beberapa karyawan pasca lebaran ini yang mengajukan cuti. Meskipun cuti ini merupakan hak karyawan tapi bila hal ini terjadi pada masa pasca lebaran dan juga dilakukan mendakak, tentu hal tersebut akan membuat bisnis atau perusahaan kalang kabut. Apalagi bila kemudian karyawan yang mengajukan cuti pasca-lebaran ini terbilang banyak. Maka hal tersbut bisa saja membuat perusahaan mati suri. Jadi dari sini memang tidak sedikit perusahaan yang melarang karyawannya mengambil cuti pasca-lebaran. Hal ini didasarkan pada alasan yang juga dapat saja membuat karyawan lain ikut-ikutan.

  1. Menurunnya Semangat Bekerja

Seperti dijelaskan pada bagian awal bahwa liburan lebaran yang cukup lama memang dapat membuat semangat bekerja menurun. Tentu menurunnya semangat berkerja ini bukanlah sesuatu yang baik. Sebab ketika karyawan mengalami semangat yang turun dalam bekerja maka produktivitas akan juga menurun. Ketika produktivitas karyawan menurun maka bisnis atau perusahaan pun akan bisa mengalami kerugian. Jadi sebagai pebisnis sejati, Anda harus bisa mengetahui keadaan menurunnya semangat karyawan pasca lebaran tersebut. Jangan sampai Anda membiarkannya saja. Tapi lakukan sesuatu untuk membuat karyawan kembali bekerja dengan semangat pasca lebaran tersebut. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan semangat kerja karyawan pasca lebaran yaitu memberikan bonus bagi yang mampu memberikan hasil kerja terbaiknya pasca lebaran.

  1. Pinjam Uang

Selanjutnya, hal buruk yang bisa dilakukan karyawan pasca lebaran yaitu meminjam uang. Meski Anda telah memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) sebelum lebaran tiba, hal ini tidak menjamin mereka bisa tetap memiliki uang pasca lebaran. Sebab, dengan besarnya kebutuhan lebaran, uang THR dan gaji bisa saja cepat habis. Dari sini kemudian tidak sedikit karyawan yang kemudian mengajukan pinjaman uang ke perusahaan. Sebagai pebisnis apa yang dilakukan karyawan ini bukanlah sesuatu yang tidak seharusnya. Sebab bila semua karyawan ikut melakannya, maka kas perusahaan pun bisa jebol.

  1. Resign

Terakhir, hal buruk yang bisa dilakukan karyawan pasca lebaran yakni resign. Resign atau berhenti bekerja memang merupakan fenomena yang sering terjadi di beberapa perusahaan dan dilakukan karyawan pasca lebaran. Sebenarnya karyawan yang melakukan hal ini sudah ingin resign sejak lama. Tapi adanya THR (Tunjangan Hari Raya) yang sebentar lagi didapatkan membuat mereka memutuskan melakukan resign saat setelah lebaran. Tentu apa yang dilakukan karyawan ini adalah tindakan yang buruk. Sebab resign tersebut dilakukan seenaknya tanpa pertimbangan dan mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena efek atau dampaknya bisa negatif pada perusahaan maka Anda sebagai pebisnis harus dengan sungguh-sungguh mengantisipasinya.

Click to comment

Diskusi dan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top