Keuangan

Anda Sedang Mencari Kredit Usaha untuk Modal? Sebaiknya, Pertimbangkan Hal-Hal Ini Terlebih Dahulu!

Memiliki usaha sendiri, memang impian semua orang. Dengan membuka usaha sendiri maka seseorang akan merasa lebih nyaman dalam bekerja. Hal ini dikarenakan, usaha sendiri berjalan berdasarkan aturan yang dibuat sendiri. Selain itu membuka usaha sendiri juga akan lebih fleksibel dan tidak ada ketegangan seperti yang dialami oleh pekerja kantoran ketika menghadapi seorang bos. Namun, ada saja kendala yang sering dialami para pebisnis pemula saat ingin membuka usaha atau bisnisnya. Salah satunya adalah modal awal yang tidak sedikit.

Meskipun usaha tersebut merupakan bisnis yang sederhana, tapi ada saja modal dalam bentuk lain selain modal dana tunai. Mulai dari modal untuk tempat usaha, modal peralatan dan kebutuhan usaha lainnya. Untuk urusan dana, Anda bisa memilih pinjaman kredit seperti bank. Sehingga, Anda tidak perlu kebingungan lagi mencari dana talang untuk memulai usaha sendiri.

  • Pinjaman Modal

Pinjaman atau kredit, kini menjadi bagian yang sering digunakan sebagai strategi keuangan oleh sebagian besar orang. Untuk mendapatkan pinjaman ini, ada kejelasan tujuan dalam mengajukan pinjaman. Terutama yang sifatnya digunakan untuk pengadaan ekspansi, pembukaan usaha, pembelian aset dan perbaikan struktur modal usaha. Kredit investasi merupakan produk yang ditawarkan oleh banyak bank umum. Karena, kredit investasi dapat memberikan pinjaman sesuai dengan kebutuhan yang Anda perlukan. Meski terkesan sebagai alternatif yang menguntungkan, ada beberapa yang harus diperhatikan terkait dengan pinjaman.

  1. Kemampuan Membayar

Sebelum Anda mengajukan kredit untuk investasi, sebaiknya selaku calon wirausaha harus benar-benar menghitung kemampuan dalam mengembalikan modal yang merupakan pinjaman. Kemudian, persiapkan secara matang mengenai lokasi, rencana promosi dan penjualan, hingga target omzet yang harus Anda capai. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menjaga Anda agar tetap bisa mendapatkan keuntungan meskipun harus dipotong sebagian untuk melunasi pinjaman.

  1. Perhatikan Resiko yang Harus Anda Terima

Selanjutnya, Anda harus memperhatikan resiko yang mungkin terjadi pada bisnis Anda. Perhatikan, apakah rencana bisnis Anda sudah mencangkup kemampuan Anda dalam mengatasi resiko yang mungkin akan muncul? Oleh karena itu, perhitungkan dengan baik mengenai untung dan rugi yang berkaitan dengan pinjaman dana dalam waktu tertentu. Apakah hal tersebut masih bisa ditangani atau rencana Anda harus dikalkulasikan ulang?

  1. Dokumen

Jika Anda sudah merasa siap dengan rencana yang sudah dibuat secara rinci dan lengkap. Selanjutnya, Anda boleh mengajukan pinjaman di bank umum. Namun, lengkapi terlebih dahulu dokumen pendukung pinjaman terkait kelengkapan identitas Anda dan hal lain yang diminta oleh bank.

  1. Bandingkan Antara Bank Satu dengan Bank Lainnya

Pertimbangkan dan carilah informasi mengenai tawaran kredit dari beberapa bank yang berbeda. Dengan mempertimbangkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari bank satu dengan bank lainnya, maka Anda bisa membandingkan kelebihan dan kekurangan program kredit investasi dari beberapa bank. Sehingga, Anda bisa menentukan bank mana yang baik untuk Anda pilih untuk mengajukan pinjaman investasi.

Jika Anda sudah mengajukan permohonan kredit, selanjutnya Anda tinggal menunggu keputusan dari bank untuk menyetujui aplikasi Anda atau tidak. Agar permohonan Anda disetujui oleh pihak bank, maka sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Lengkapi Dokumen yang Diperlukan

Pertama, lengkapi berkas administrasi secara jujur dan apa adanya. Ingat, jangan pernah memalsukan data.

  1. Jelaskan Tujuan Pinjaman

Selain melengkapi dokumen, jelaskan secara rinci mengenai tujuan dari pinjaman yang akan Anda tujukan.

  1. Kenali Secara Personal

Kenali secara personal pihak bank, untuk membantu Anda dalam segala urusan. Cara ini bukan saran yang mutlak, tetapi hanya untuk lebih memudahkan Anda dalam mengajukan pembiayaan sesuai dengan keinginan Anda.

  1. Jumlah Pinjaman Harus Sebanding dengan Jaminan

Jangan mengajukan pinjaman, jika jumlah jaminan yang Anda miliki tidak sebanding dengan jumlah pinjaman. Hal ini, akan dipertimbangkan oleh bank mengenai ditolak atau diterimanya pengajuan pinjaman Anda.

  1. Anda Tidak Sedang Mengajukan Permohonan di Bank Lain

Selanjutnya, jangan pernah mencoba untuk mengajukan pinjaman lagi jika Anda mempunyai pinjaman kepada bank lain. Pihak bank pasti akan melacak status Anda, apakah Anda sedang mengajukan pinjaman kepada bank lain atau tidak.

  1. Persiapkan dengan Matang

Persiapkan dengan matang mengenai jaminan yang akan Anda ajukan, untuk mendapatkan pinjaman investasi. Biasanya, bank akan melakukan survei lokasi terhadap jaminan Anda. Selain itu, jangan pernah memalsukan data untuk jaminan ini. Karena, bisa saja pihak bank akan mencoret nama Anda dan memasukannya kedalam daftar hitam bank atau blacklist.

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top
%d bloggers like this: