Keuangan

Ingat! Inflasi Bisa Mempengaruhi Investasi Anda

Inflasi adalah keadaan dimana harga barang yang biasa kita konsumsi dari pasaran naik. Kenaikan harga ini bukan berdasarkan permintaan, jumlah ketersediaan barang ataupun sistem pengelolaan yang buruk, melainkan lebih dikarenakan kelebihan suplay uang yang beredar di pasar.

Inflasi biasanya terjadi akibat goncangan sebuah perekonomian dimana salah satunya adalah kenaikan pada harga barang yang berkesinambungan. Ketika harga barang naik, maka biaya hidup juga akan naik. Jika dilihat dari ilustrasi diatas maka dapat dikatakan inflasi memberikan dampak buruk bagi kehidupan konsumtif masyarakat. Akan tetapi, inflasi tidak selalu memberikan dampak buruk bagi perekonomian. Sebagai tambahan informasi bahwa Bank Sentral Indonesia, Bank Indonesia, juga memiliki target inflasi dan iflasi tidak pernah menyentuh angka inflasi 0%. Target inflasi yang ditargetkan oleh Bank Indonesia adalah sebesar 2% hingga 3%.

Dampak langsung inflasi bagi investasi

Dampak langsung inflasi terhadap investasi sebenarnya dikaitkan dengan kenaikan suku bunga. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa jika terjadi inflasi maka akan mengakibatkan harga barang konsumsi naik sekaligus menaikan harga suku bunga. Jika harga suku bunga naik dan bertahan pada level tertinggi maka pasar modal seperti saham dan obligasi akan mengalami tekanan atau koreksi.

Kenaikan suku bunga ini akan membuat investor mengalihkan sebagian dana investasinya ke instrumen Pasar Uang seperti Deposito. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa Pasar uang akan bebas dari resiko fluktuasi dari nilai aset. Jika peralihan ini banyak dilakukan maka investasi Pasar Modal akan berkurang dan nilai Index Pasar Modal (saham dan obligasi) menjadi menurun.

Kendati demikian, investor Pasar Modal Indonesia tidak perlu berkecil hati akibat inflasi-inflasi yang terjadi karena dampak dari inflasi terhadap investasi saham maupun obligasi dapat diminimalisir. Para investor hanya perlu lebih jeli memilih instrumen investasi di Pasar Modal yang memiliki eksposur rendah terhadap pergerakan inflasi domestik. Para investor Pasar Modal dapat melirik sektor saham yag berkinerja historis dengan korelasi negatif paling besar dengan inflasi atau bahkan yang sampai memiliki korelasi positif.

Dampak tidak langsung inflasi terhadap investasi

Inflasi akan menyebabkan beberapa harga barang melonjak yang artinya dengan harga yang sama konsumen hanya mendapatkan barang dengan jumlah yang lebih sedikit. Hal ini akan menyebabkan konsumen mengurangi konsumsi barang atau jasa akibat diarasa harganya mahal. Konsumsi masyarakat yang berkurang akan mempengaruhi proses produksi, belum lagi misalnya muncul protes dari para buruh dan pekerja yang menuntut kenaikan upah karena naiknya kebutuhan hidup. Akibatnya perusahaan akan mengalami masalah yang mempengaruhi proses produksi dan juga kinerja di dalamnya. Perusahaan bisa mengalami kebangkrutan karena tidak bisa membayar gaji karyawan serta dituntut untuk menyeimbangkan hasil produksi dengan harga pasar. Dampak-dampak yang muncul inilah yang akan menjadi imbas para investor di perusahaan tersebut. Investasi saham yang mereka tanamkan di perusahaan tersebut tidak akan membuahkan hasil bahkan bisa pulang dengan tangan kosong.

Langkah investasi untuk menghadapi inflasi

Untuk menyiasati agar inflasi tidak terlalu berimbas terhadap investasi yang telah anda tanamkan, berikut beberapa langkah yang bisa anda pertimbangkan.

  1. Jangan panik ketika inflasi sedang naik dan buru-buru menjual investasi anda. Menjual investasi malah akan memperburuk keadaan.
  2. Alihkan uang tunai yang anda pegang kepada portofolio karena uang tunai adalah pilihan yang buruk saat terjadi inflasi.
  3. Anda bisa membagi investasi anda dalam beberapa instrumen investasi.
  4. Karena tingkat inflasi setiap negara berbeda, anda bisa mendiversifikasikan investasi secara internasional di beberapa negara.
  5. Jika anda tinggal di negara yang rentan terhadap inflasi maka sebaiknya anda berinvestasi dalam mata uang asing. Namun perhatikan negara yang memang dapat memberikan benefit terhadap investasi anda serta perhatikan juga kondisi perekonomian di negara tersebut.

 

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top