Bisnis Online

Jebakan Batman yang Jarang Disadari Pebisnis Saat Membuka Toko Online di Marketplace

kelebihan-kekurangan-marketplace

Melihat begitu meriahnya tren belanja konsumen di marketplace seringkali membuat pebisnis tergiur untuk ikut mencoba peruntungan di platform tersebut. Namun sayangnya ada hal yang berlum dimengerti oleh mereka para pebisnis bagaimana  konsep jualan di marketplace. Sebab bila pebisnis mau terlebih dahulu menelusuri konsep jualan di marketplace, maka sebenarnya Anda yang ingin mengembangkan bisnis secara lebih profesional, akan banyak ditemukan kekurangan dari penjualan di marketplace. Ini karena saat Anda berjualan di marketplace, ada beberapa jebatan batman yang sebenarnya akan mengganggu performa bisnis. Berikut beberpa jebatan batman jarang disadari pebisnis ketika akan membuka toko online di marketplace.

  1. Persaingan dan Perang Harga

Jebakan batman atau perangkap pertama yang jarang disadari pebisnis saat akan berjualan di marketplace yaitu persaingan dan perang harga. Saat Anda berjualan di marketplace, kebanyak pembeli memang akan concern pada harga yang Anda pasang. Dengan kemudahan konsumen untuk membandingkan harga antar toko, membuat perang harga di marketplace ini tak terhindarkan. Begitu tingginya persaingan harga antar toko di marketplace membuat Anda tidak boleh sembarangan memasang harga. Sebab harga merupakan salah satu hal terpenting yang tidak akan dilupakan konsumen saat akan membeli. Di marketplace sendiri dengan harga yang sudah terpasang, membuat konsumen akan mencari yang termurah. Bahkan dengan selisih harga 500 rupiah pun mereka akan bisa berpindah ke toko termurah.

  1. Anti Branding

Anda yang sedang menggiatkan popularitas branding, maka memilih marketplace sebagai tempat jualan adalah bentuk kesalahan terbesar. Mengapa? Sebab, saat Anda memilih marketplace maka nama usaha atau produk Anda akan langsung tertelan oleh brand yang lebih besar bernama marketplace. Kalau mau bukti coba saja Anda dengarkan percakapan warganet sekarang. Bagaimana ia menyebut Bukalapak, Shopee, Lazada atau Tokopedia sebagai tempat pembelian mereka. Lantas ke mana nama toko Anda yang sebenarnya menjual produk yang mereka beli? Tentu saja seperti dikatakan sebelumnya nama bisnis Anda tertelan habis oleh nama marketplace. Jadi bagi Anda yang sedang berusaha mempopulerkan nama atau brand bisnis, sebaiknya Anda menghindari pasar marketplace sebagai tempat berjualan.

  1. Anti Loyal Customer

Berikutnya, perangkap atau jebakan batman yang bisa dialami pebisnis saat berjualan di marketplace adalah anti loyal customer. Mungkin suatu hari ada konsumen yang membeli produk di toko Anda. Tapi di marketplace, Anda tidak akan bisa menjamin konsumen tadi akan datang kembali ke toko Anda untuk membeli produk lagi. Sebab, ketika konsumen akan membeli barang lagi, mereka bisa saja mencari dulu barangnya lewat pencarian dan melihat toko lain yang menghadirkan harga lebh murah untuk dibeli. Anti loyal customer di marketplace ini juga disebabkan tidak populernya nama toko atau bisnis Anda untuk diingat. Jadi konsumen pun bisa saja berpindah-pindah toko saat mereka akan melakukan pembelian.

  1. Tanpa Kontrol

Anda yang membuka toko di marketplace maka harus bersiap dengan segala keterbatasan yang ada. Tidak hanya tidak bisa mengetahui seberapa banyak pengunjung toko Anda, tapi di marketplace ini Anda juga tidak bisa mengetahui datangnya pengunjung toko. Semua keterbatasan ini dikarenakan adanya kontrol yang ketat dari pihak marketplace. Data yang bisa didapat dari kunjungan atau pembelian konsumen ini memang penting bagi sebuah bisnis. Sebab dari data-data itulah pebisnis bisa dijadikannya sebagai bahan untuk menyusun strategi pemasaran yang terbaik. Jadi berjualan di marketplace hanya membuat Anda bisa menerima order, mengirim barang dan menunggu barang diterima konsumen.

  1. Commission fee yang Siap Menanti

Terakhir, jebakan batman atau perangkap yang bisa saja dialami pebisnis yang menjual barangnya di marketplace yakni commission yang siap menanti. Commission fee adalah fee atau biaya yang dibebankan oleh pihak penerbit pada pihak yang bekerjasama dengan mereka. Jadi setiap transaksi yang terjadi nantinya oleh pihak marketplace sebagai pemilik tempat akan dikenakan fee dengan besaran tertentu. Dari adanya commission fee ini tentu membuat penjual harus ekstra berpikir untuk memberikan harga untuk produknya. Sebab bila mereka tidak menaikkan harga maka biaya produksi tidak bisa tertutup, namun bila menaikkan harga khawatir pembeli pergi. Dilema inilah yang nantinya akan dialami pebisnis bila gerbang commission fee ini sudah diberlakukan pihak marketplace.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top
×