Bisnis Online

Klik Disini! Jika Anda Ingin Tahu Penyebab Naik Turunnya Harga Saham !

Klik Disini! Jika Anda Ingin Tahu Penyebab Naik Turunnya Harga Saham ! – Ketika melihat berita ekonomi di televisi, bagi para investor, info saham merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan. Saham adalah surat berharga yang menjadi tanda kepemilikan seseorang atau badan atas suatu perusahaan. Saham bukanlah hal yang asing bagi kita. Saham menjadi investasi paling favorit dikalangan para investor. Hal ini karena jika kita dapat berinvestasi secara benar maka keuntungan yang kita miliki bisa berkali-kali lipat. Kendati demikian bukan berarti berinvestasi saham tidak memiliki resiko.

Resiko yang paling mudah terjadi adalah naik dan turunnya saham dipasar. Naik dan turunnya saham tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa hal, bisa faktor internal bisa juga faktor ekstenal. Faktor internal biasanya muncul dari dalam perusahaan atau lembaga. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang muncul dari luar perusahaan. Selain itu naik turunnya harga saham juga ada yang terjadi untuk jangka waktu yang panjang dan untuk jangka waktu pendek. Berikut beberapa faktor penyebab naik dan turunnya saham yang pernah terjadi :

  • Pemilik saham butuh uang

Ketika perusahaan mengalami kondisi finansial yang buruk, biasanya hal ini menjadi penyebab penurunan harga saham dari perusahaan tersebut. Hal ini terjadi karena apabila perusahaan memiliki kebutuhan yang mendesak maka perusahaan akan berusaha mencairkan sahamnnya. Ini termasuk pada faktor eksternal penyebab turunnya harga saham. Jika sudah begini saham yang sejenis dengan saham yang diuangkan akan mengalami tekanan dan berakibat pada penurunan nilai sahamnnya. Namun kondisi ini biasanya terjadi hanya untuk beberapa hari saja kemudian akan kembali ke keadaan normal.

  • Berita buruk dan isu

Selain karena faktor butuh uang, faktor lainnya adalah kepanikan yang dimiliki oleh pemilik saham. Hal ini biasa terjadi ketika terdengar desas-desus berita yang diperkirakan akan mempengaruhi harga pasar saham. Sehingga secara serentak beberapa pemilik saham akan segera menjual sahamnya. Layakanya yang terjadi pada inflasi uang, saham juga bisa mengalami hal yang sama. Kejadian ini sempat terjadi pada tahun 2006 ketika ada isu bahwa salah satu saluran pipa milik perusahaan gas meledak akibat lumpur Lapindo. Mendengar ini para pemilik saham Perusahaan Gas Negara panik dan beramai-ramai menjualnya. Harga saham PGAS ini langsung turun secara drastis. Namun keadaan dapat membaik ketika ternyata diketahui bahwa satu pipa yang meledak itu tidak akan mempengaruhi pipa gas lain dan tidak memiliki dampak yang besar pula.

  • Faktor makroekonomi

Faktor makroekonomi ini memiliki dampak langsung terhadap harga saham. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan saham akibat makroekonomi saham ini adalah pergerakan suku bunga The Fed (Bank Sentral Amerika), naik dan turunnya suku bunga Indonesia dan pergerakan ekspor-impor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

  • Faktor fundamental perusahaan

Faktor ini termasuk dalam faktor internal perusahaan. Ketika fundamental sebuah perusahaan baik maka maka harga saham juga akan mengalami kenaikan, namun sebaliknya jika faktor fundamental perusahaan buruk maka saham juga akan turun.

  • Manipulasi pasar

Pasar saham sangat rawan dengan informasi-informasi yang muncul dari berbagai sudut. Walaupun hanya sekedar isu yang belum diketahui kebenarannya, namun bisa langsung membuat saham bergerak bebas keatas atau kebawah tergantung dengan info baik atau buruk yang diterima. Oleh karenannya seorang investor sangat berhati-hati dalam melakukan analisis perusahaan tempatnya menanam saham. Investor pemula mungkin adalah yang sering terkena dampaknya karena kurang jeli terhadap hal ini.

Inilah beberapa hal yang menjadi alasan mengapa saham di Indonesia terkadang naik turun tanpa ritme yang jelas. Semoga bisa menjadi pertimbangan anda sebelum memilih menjadi seorang calon trader maupun calon investor.

 

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top
%d bloggers like this: