Peluang Usaha

Mau Jual Barang Preloved? Inilah 5 Hal Penting yang Perlu Anda Cermati

bisnis-preloved

Punya barang high quality yang masih baik dan layak pakai? Jangan dulu dibuang. Sebab Anda masih bisa menjualnya dengan konsep barang preloved. Menjual barang preloved atau barang kesayangan yang akan dipindah tangankan memang sedang menjadi populer dan menjadi tren di kalangan masyarakat. Apalagi dengan munculnya teknologi online membuat tren bisnis barang preloved ini semakin bertumbuh. Barang preloved sendiri berbeda dengan barang bekas. Tapi barang preloved ini adalah barang high quality yang masih layak guna dan dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Dari definisi inilah kemudian barang preloved ini semakin diminati dan menjadi populer serta tren belanja baru di tengah masyarakat. Meski banyak peminatnya, namun karena persaingannya yang cukup ketat sekarang ini, Anda yang berencana akan menjual barang preloved harus menerapkan beberapa strategi dan cara berikut ini.

  1. Pastikan Barang Berkualitas dan Masih Layak Pakai

Pertama, cara yang bisa Anda terapkan untuk menjual barang preloved adalah dengan memastikan barang berkualitas dan masih layak pakai. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa barang preloved ini adalah barang high quality yang dijual dengan harga terjangkau. Nah dari sini Anda yang ingin berbisnis barang preloved haruslah menghadirkan barang atau produk yang berkualitas tinggi (high quality). Selain barang berkualitas tinggi, pastikan juga barang preloved yang akan Anda jual masih layak pakai. Beberapa barang preloved yang dijual di dunia online bahkan ada yang masih dipakai beberapa hari. Kelayakan pakai dari barang preloved ini memang penting karena telah menjadi karakteristik dari barang preloved yang tertanam dalam pikiran pembeli.

  1. Jujurlah Saat Menjual

Kejujuran memang menjadi hal yang sangat bernilai dalam bisnis, terutama barang habis pakai, termasuk preloved. Ini karena Anda bukan menjual barang baru, tapi barang habis pakai. Barang habis pakai tentu kondisinya akan berbeda dengan barang baru. Meski hanya dipakai beberapa hari saja, tapi tetap saja yang Anda jual adalah barang second. Maka dari sinilah ketika ingin menjual barang preloved, Anda diharuskan jujur dalam menjalankan bisnisnya. Kejujuran dalam bisnis barang preloved ini akan tercermin dari bagaimana Anda mendeskripskan barang yang dijual. Jika Anda mengatakan dengan sebenarnya kondisi barang yang dijual, itu artinya Anda berlaku jujur. Tapi bila Anda tidak mengatakan hal yang sebenarnya, maka itu artinya Anda tidak jujur.

  1. Jelaskan Kenapa Anda Menjualnya

Hal yang penting lainnya untuk Anda lakukan agar barang preloved segera diminati dan laku adalah menjelaskan alasan Anda menjualnya. Mengapa harus menjelaskan alasan menjual? Sebab pembeli memang akan selalu mencermati bagian ini. Mereka ingin tahu alasan Anda menjual barang preloved. Dengan alasan yang bisa diterima dan masuk akan maka konsumen akan bisa menerimanya dan akan melakukan pembelian. Tapi Anda sebagai penjual tentu harus mengatakan hal yang sebenarnya. Tak perlu menutup-nutupi dengan memberikan alasan yang dibuat-buat. Katakan saja memang Anda kurang cocok dengan bajunya jika memang itu alasannya. Jangan takut tidak dibeli, karena seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa kejujuran adalah modal utama untuk mencapai bisnis yang suskes.

  1. Tulis Plus-Minusnya Barang

Selanjutnya, hal yang perlu Anda lakukan untuk menjual barang preloved agar cepat laku adalah menulis plus-minus barang. Karena merupakan barang habis pakai tentu preloved memiliki kekurangan dan kelebihan. Nah untuk menuliskan kelebihan dan keluranga barang preloved ini Anda juga harus jujur. Anda tak boleh mengada-ada atau melebih-lebihkan produk. Tapi bila barang preloved yang Anda jual memang terbilang masih baru beberapa hari pemakaian dan Anda memang tidak menjumpai kekurangan, maka katakan saja bahwa menurut Anda produk ini tidak ada masalah atau kekurangannya.

  1. Pastikan Harganya Sesuai

Terakhir, hal yang harus Anda lakukan untuk menjual barang preloved adalah memastikan harganya sesuai. Karena Anda menjual barag bekas pakai, tentu harga yang Anda cantumkan tidak mungkin sama dengan harga baru beli. Nah dari sinilah Anda harus mencermati harga yang pas dan sesuai dengan barang preloved yang akan dijual. Jika perlu Anda bisa membuka negosiasi untuk tawar-menawar harga agar konsumen semakin tertarik membeli barang preloved Anda.

Click to comment

Diskusi dan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top