Bisnis Online

Solusi Mencegah Runtuhnya Bisnis Dot Com

Puluhan bahkan ratusan website populer pernah mengalami kegagalan operasi, bangkrut dan harus tutup selamanya, sedangkan kondisi perkembangan internet terus berlanjut tanpa memperdulikan hal tersebut dengan persaingan yang semakin tajam.

Tidak hanya big site yang hancur lebur, tetapi small dan home bussiness juga berguguran. Hanya saja mungkin beritanya kurang terekspos dan mampir ke mata dan telinga Anda.

Lalu bisnis start up apa yang Anda jalankan di website saat ini? Website berita, hiburan, trend anak muda, atau jenis lainnya? Apakah Anda melihat kemungkinan kenaikan profit selama 5 tahun ke depan? Atau Anda sedang berjalan pelan, namun menuju ke arah kehancuran.

Pada umumnya pemilik bisnis start up tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut, karena itu saya bantu mengungkapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mengapa Banyak Website yang Karam?
Apa yang salah? Mengapa banyak website yang karam sedangkan trend menunjukkan peningkatan pertumbuhan website atau start up yang menjulang?

Jawabannya sangat sederhana. Karena mereka kehabisan dana. Kebanyakan dari mereka menghabiskan dana jutaan rupiah untuk iklan dan pemasaran, sedangkan pendapatan yang didapat belum sebesar pengeluaran yang mereka hamburkan. Itu adalah rumus sederhana kebangkrutan dan menuju kehancuran.

Persaingan yang terjadi sangatlah mengerikan. Website (atau start up) yang memiliki dana terbatas bersaing terbuka dengan pemilik website yang memiliki dana pemasaran tidak terbatas. Sebuah persaingan yang sempurna. Ratusan juta rupiah dikucurkan hanya untuk pemasaran, dengan harapan dapat menumbuhkan prospek baru. Memang benar membelanjakan uang di advertising (iklan) adalah tindakan cerdas, sepanjang jika Anda memboroskan biaya operasional artinya Anda menggali kuburan sendiri.

Kesalahan langkah yang paling sering dilakukan oleh pemilik website adalah mereka lemah dalam pengelolaan inside marketing-nya. Apakah inside marketing itu, sebuah pertanyaan yang cerdas. Hanya perusahaan besar dan stabil yang peduli dengan insiode marketing.

Inilah apa yang tidak dikategorikan dalaminside marketing.
1. Inside marketing tidak mencakup advertising
2. Inside marketing tidak melibatkan prospek baru.
3. Inside marketing tidak menghabiskan banyak dana.

Inside marketing adalah metode marketing yang paling efektif yang dapat dilakukan. Jika dijalankan secara benar dan akan meningkatkan penjualan secara berlipat ganda. Inside marketing adalah membangun dan memperbaiki costumer relationship.

Apa Itu Inside Marketing ?
Inside marketing menurut James Daniel adalah continual, regulary scheduled you perform with people you’ve already manage to bring “inside” the loop of your business.

Inside marketing itu sebenarnya adalah relation atau hubungan komunikasi yang terjadwal dengan jelas dan dilakukan secara konsisten antara pebisnis dan orang-orang yang telah membuat website tersebut menjadi dikenal, dan berkembang ke arah kemajuan yang pesat.

Jika Anda mengembangkan usaha berbasis website orang-orang ini adalah inside marketing Anda, mereka adalah.

1. Orang-orang yang pernah mengunjungi website Anda.
2. Orang-orang yang memiliki ketertarikan dengan produk, service, dan opportunity yang Anda berikan.
3. Orang yang pernah mengontak Anda untuk meminta pertolongan.
4. Orang yang pernah melakukan pembelian dimasa lalu karier Anda.
5. Orang-orang yang bergabung dengan newsletter Anda.
6. Orang yang memberikan respon atas setiap usaha marketing Anda.
7. Orang yang selalu melakukan komunikasi dengan Anda.
Mereka inilah darah kehidupan bisnis Anda, fokuskan perhatian Anda terhadap mereka, perlakukan mereka layaknya seorang sahabat terbaik, Anda harus berkomunikasi dengan mereka secara konsisten.

Pada kenyataannya, banyak pebisnis yang kurang memperhatikan mereka dan mengabaikan mereka. Setiap usahanya hanya untuk mencari prospek baru yang mendatangkan rupiah yang ditangani secara buruk, kelola bisnis website Anda dengan me-manage inside marketing.

Sumber Referensi:
Strategi Serangan Internet Marketing, Riyeke Ustadiyanto,S.E, Silvia Ratna Ariani, S.E, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001.

Sumber Gambar:

http://freephotoshop.org/wp-content/uploads/dot%20com.jpg

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top
%d bloggers like this: