Tips

Ingin Menikah Tapi Tidak Mau Merepotkan Orangtua dalam Hal Pembiayaan? Terapkan Saja 6 Tips Keuangan Ini!

Siapa sih yang tidak ingin menikah? Setiap pasangan pasti ingin menikah, terlebih lagi menikah di usia muda. Namun untuk menapaki jenjang yang lebih serius ini, Anda tentu tidak hanya wajib mengantongi restu dari kedua orangtua saja. Anda juga harus siap dari segi apapun, termasuk materi. Karena menjadi mandiri setelah menikah tentu merupakan kebanggaan tersendiri, kedewasaan serta kesiapan Anda untuk memasuki kehidupan bersama keluarga baru pun benar-benar tidak bisa diragukan lagi. Nah, apakah Anda atau pasangan sudah mapan dan memiliki pekerjaan yang bisa membiayai hidup kalian setelah menikah secara mandiri? Jika tidak, pastilah kalian akan membebankan kedua orangtua untuk waktu yang lama. Bukannya membanggakan orangtua, kalian malah membebankan mereka. Namun, bagi kalian yang benar-benar berniat ingin menikah dan tidak mau merepotkan orangtua. Yuk, simaklah 6 tipsnya berikut ini.

  1. Tetapkan Target Sehingga Tujuan Menabung Kalian Jadi Lebih Terarah

Sebelum kalian mulai menabung, sebaiknya tentukan target yang jelas sehingga tujuan dari menabung menjadi lebih terarah. Selain kalian bisa mengetahui bagaimana harus memperlakukan uang yang disimpan tersebut, kalian juga pasti akan termotivasi untuk berusaha menyisihkan uang gaji setiap bulannya. Misalnya selama satu tahun kalian menabung untuk biaya pernikahan, 5 tahun menabung untuk membiayai DP KPR rumah beserta cicilan pertamanya dan sisanya untuk keperluan kehidupan sehari-hari.

  1. Membuat Rekening Bersama untuk Menyisihkan 30% dari Gaji Setiap Bulannya

Setelah kalian menetapkan target agar tujuan menabung menjadi lebih terarah, selanjutnya buatlah rekening bersama sebagai program menabung untuk masa depan. Tidak usah sepenuhnya, kalian bisa kok menyisihkan beberapa persen dari pendapatan bulanan untuk ditabung di rekening bersama ini. Kalian bisa menyisihkan sebesar 30% dari pendapatan gaji setap bulan, lalu 70%nya untuk dimasukan ke rekening kalian masing-masing. Contohnya, kalian memiliki besaran gaji Rp. 2.500.000. Berarti, jumlah total tabungan kalian dengan perhitungan 30% × Rp. 2.500.000 (Dikali 2 orang)= Rp. 1.500.000 per bulan. Jika dilakukan dalam 1 tahun, maka totalnya adalah Rp. 18.000.000 dan dalam 2 tahun berarti Rp. 36.000.000. Wah lumayan bukan?

  1. Berinvestasi Emas Sebagai Langkah Pengumpulan Dana

Jika kalian tidak ingin menumpang dirumah orangtua atau mertua, maka siap-siaplah untuk memiliki rumah sendiri. Namun sebelum kalian mampu membeli rumah sendiri, kalian bisa kok menyiasatinya dengan cara mengontrak sebagai tempat tinggal sementara. Banyak cara yang bisa kalian lakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah selain menabung, yaitu berinvestasi emas. Harga emas ini cenderung stabil, jadi kalian bisa membeli emas sedikit demi sedikit dan berinvestasi untuk masa depan kelak. Misalnya kalian membeli emas sebesar 2 gram per-bulannya, berarti dalam 2 tahun emas yang kalian miliki berjumlah 48 gram bukan? Jika 1 gram dihargai Rp. 500.000, maka emas berjumlah 48 gram itu dihitung-hitung berjumlah Rp. 24.000.000.

  1. Alokasikan Biaya untuk Foto Prewedding, Cenderamata dan Cetak Undangan

Saat masa-masa menabung, sebaiknya berhematlah apalagi soal kencan bersama pasangan yang biasanya menjadi hal wajib dilakukan bagi setiap pasangan. Kalian bisa kok membuat acara kencan sendiri di rumah seperti menonton film bersama di ruang TV atau memasak dan menghidangkan makanan yang enak dengan diiringi nuansa romantis. Tidak hanya untuk menghemat keuangan, namun anggaran kencan kalian bisa dimasukkan ke dalam tabungan sebagai bekal foto prewedding, cenderamata dan undangan pernikahan nanti.

  1. Catat Segala Pemasukan dan Pengeluaran, Hitung-Hitung Latihan Membina Rumah Tangga

Setelah kalian menetapkan target, menabung serta berinvestasi untuk biaya pernikahan, selanjutnya catatlah segala pemasukan dan pengeluaran. Kalian bisa mencatat segala pendapatan serta pengeluaran setiap bulannya, agar pengelolaan keuangan bisa lebih rapi dan menghindari pemborosan. Dengan demikian, kalian akan tahu seperti apa mengelola keuangan saat berumah tangga agar keuangan tetap terkelola dengan baik.

  1. Miliki Asuransi Kesehatan Bersama

Kalian tentu tahu bahwa kesehatan itu mahal bukan? Maka dari itu, kalian wajib memiliki asuransi kesehatan. Selain kesehatan kalian terjamin, asuransi ini juga bisa dijadikan ajang berinvestasi demi KPR pada 5 tahun mendatang lho. Di sini, kalian bisa mengambil program asuransi kesehatan dengan dana nominal menengah yang sekaligus bisa menutupi biaya kesehatan saat kalian jatuh sakit.

Bagaimana? Membiayai pernikahan dari hasil jerih payah sendiri tanpa merepotkan orangtua tentu akan amat sangat membanggakan bukan? Kalian juga pasti bisa kok, asalkan ada niat dan terus berusaha melakukannya. Selamat mencoba tips di atas dan semoga berhasil!

Click to comment

Diskusi dan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top