Lainnya

Inilah Kesalahan Persepsi Bisnis yang Sering Dijumpai Pada Para Pengusaha Pemula

persepsi-pebisnis

Seiring makin meningkatnya gengsi menjadi pengusaha, menjadikan banyak orang sekarang yang ingin menjadi entrepreneur. Sebenarnya bukan hanya gengsi berbisnis saja yang menjadi faktor pendorong banyaknya orang yang menjadi pengusaha. Tapi munculnya persepsi-persepsi menyenangkan dengan jadi pengusaha juga jadi pemicu seseorang ingin berbisnis. Memang munculnya beberapa persepsi ini ada baiknya bagi pertumbuhan dunia entrepreneur. Tapi sayangnya beberapa persepsi, ada yang disalah pahami. Hasilnya saat mereka terjun ke dunia usaha mereka kaget karena persepsi yang diyakini ternyata tidak sama atau berbeda. Nah berikut ini adalah beberapa kesalahan persepsi bisnis yang sering dijumpai pada para pengusaha pemula.

  1. Berbisnis Tidak Perlu Pintar dan Kompeten

Persepsi pertama yang seringkali disalah pamahi oleh pebisnis adalah bahwa berbisnis titu tidak perlu pintar dan kompeten. Tentu hal ini merupakan pandangan yang salah. Pasalnya, dalam berwirausaha, ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan diatur. Dari sini manajemen bisnis membutuhkan sebuah dasar kepandaian seseroang yang menjalankannya. Sebab, tanpa kepandaian maka para pebisnis akan kesulitan untuk bisa mengatur segala sesuatunya menjadi lebih baik. Memang ada beberapa pengusaha sukses yang tidak memiliki dasar pendidikan tinggi. Tapi jangan berpandangan bahwa mereka dengan mudah menjalankan bisnisnya hingga sukses. Dibalik raihan suksesnya, perlu diketahui bahwa mereka menjalankan bisnisnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Sebab untuk bisa memanejemen bisnisnya tanpa dasar ilmu, mereka harus benar-benar merasakan dan terjun lapangan. Apalagi saat ini dengan muncul dan berkembangnya teknologi online, membuat seorang pengusaha wajib memiliki ilmu dan pengetahuan mengenai teknologi dan jaringan online untuk kesuksesan bisnisnya.

  1. Jadi Pengusaha Tidak Punya Atasan

Siapa bilang jadi pengusaha lantas Anda tidak lagi memiliki atasan? Jika melihat struktur di perusahaan memang bisa jadi Anda adalah orang teratas dalam pucuk organisasi. Tapi hal ini tentu bukan berarti dalam bisnis skala besar, Anda adalah yang paling tertinggi. Pasalnya, dalam konsep bisnis secara umum, ada konsumen yang merupakan raja yang harus Anda prioritaskan. Nah dari sinilah maka pengusaha memiliki seorang atasan yakni konsumen atau pelanggan. Menjadi seorang pengusaha yang bijak seharusnya memang tidak boleh membuat jumawa dengan kedudukan meski dalam perusahaan Anda adalah atasannya.

  1. Pengusaha Punya Waktu Bebas

Dalam beberapa kasus, banyak pengusaha yang menganggap bahwa ketika mereka membuka bisnis maka mereka akan memiliki banyak waktu untuk dirinya bersantai. Tentu anggapan atau persepsi ini sangat-sangat keliru. Pasalnya, ketika mereka menjalankan usahanya, ternyata apa yang dipersepsikan sangatlah jauh dari kenyataan. Untuk menjakankan dan mengembangkan bisnis, mereka para pengusaha haruslah bekerja selama hampir 24 jam. Tidak hanya harus bekerja seharian, seorang pengusaha yang baru merintis bisnis bisa jadi tidak akan bisa lagi menikmati weekend atau akhir pekan.

  1. Pengusaha Lebih Kaya

Kekayaan yang lebih banyak selalu menjadi iming-iming yang besar bagi orang-orang yang ingin terjun ke dunia entrepreneur. Beberapa orang kaya yang ada di Indonesia dan luar negeri memang memiliki kekayaan yang luar biasa. Tapi tentu Anda yang baru terjun ke dunia bisnis, Anda harus terlebih dahulu merintis. Nah proses merintis usaha ini tentu bukanlah perkara mudah. Jangan berpikir dulu pada kekayaan yang bisa diraih. Sebab bisa saja Anda malah akan kehabisan kekayaan yang dikumpulkan selama ini karena harus digunakan untuk modal usaha. Jadi berpikir dan mempersepsikan bahwa dengan berwirausaha akan langsung mendapatkan kekayaan banyak, tentu merupakan sesuatu yang salah kaprah.

  1. Status Pengusaha Lebih Mulia dari Karyawan

Terakhir, kesalahan persepsi yang sering muncul pada beberapa pengusaha pemula adalah mengangap bahwa dirinya lebih mulia dari karyawan. Tentu hal ini bukanlah anggapan atau persepsi yang benar. Pasalnya, karyawan adalah orang yang membantu Anda menjalankan bisnis. Tanpa mereka tidak akan mungkin usaha Anda akan bisa berjalan. Dari gambaran ini apakah layak Anda menganggap bahwa kedudukan Anda sebagai pengusaha merupakan status yang paling tinggi dibanding karyawan? Memang sangatlah tidak etis bila Anda menganggap karyawan adalah bawahan yang memiliki kedudukan rendah. Pasalnya bisnis Anda juga sebenarnya sangat tergantung pada apa yang mereka kerjakan.

Click to comment

Diskusi dan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top