Tips

Konsumen Anda “Jual Mahal”? Atasi dengan 5 Cara Ini

konsumen-jual-mahal

Karakter manusia yang beragam juga berlaku pada konsumen atau para pembeli produk Anda. Konsumen yang juga seorang manusia dengan beragam sifatnya memang bisa saja kemudian memiliki atau berubah menjadi karakter “jual mahal”. Nah sebagai penjual yang menginginkan bisnis terus berkembang, konsumen dengan tipe “jual mahal” seperti ini jangan dianggap perusak atau penghalang. Memang Anda akan merasa sangat jengkel ketika bertemu dengan para konsumen yang “jual mahal”. Mereka, para konsumen “jual mahal” ini menganggap bahwa dirinya tidak membutuhkan produk kita dan sebaliknya merasa bahwa kita yang membutuhkan mereka. Nah saat Anda mendapati konsumen atau pelanggan yang memiliki sifat seperti ini, Anda tidak boleh panik dan langsung memutuskan jalinan. Sebab ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk bisa menghadapi konsumen dengan karakter “jual mahal” tersebut. Berikut tips-tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Jalin Ikatan yang Kuat dengan Konsumen

Pertama, cara mengatasi konsumen yang “jual mahal” adalah dengan menjalin ikatan yang kuat dengan customer. Konsumen atau customer memang tak bisa Anda sepelekan begitu saja. Sebab dari customer lah bisnis Anda bisa maju berkembang. Jadi seperti apapun kondisi konsumen Anda seperti yang memiliki sifat “jual mahal”, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjalin ikatan yang kuat dengan mereka. Sebab dengan menjalin ikatan yang kuat maka hal ini membuat mereka lebih bisa bertahan lama bersama bisnis Anda dibandingkan bila Anda tak memperdulikannya dan hanya berpikir tentang diri sendiri.

  1. Ciptakan Budaya Internal Perusahan yang Berfokus Pada Konsumen

Untuk mulai membuat ikatan yang kuat Anda bisa memulainya langsung dari diri sendiri bila memang bisnis Anda masih dikerjakan sendiri. Tapi bila bisnis Anda telah berkembang menjadi perusahaan, maka yang bisa Anda lakukan adalah menciptakan budaya internal yang baik. Budaya internal yang mampu mengatasi konsumen yang “jual mahal” ini adalah budaya perusahaan yang berfokus pada konsumen. Jadi untuk melaksanakannya Anda harus membuat semua karyawan mau menjalankan konsep budaya kerja yang memberikan pelayanan pada konsumen. Semua karyawan harus melaksanakan budaya kerja ini meski yang tidak berhubungan langsung dengan konsumen. Dengan menerapkan budaya kerja yang berfokus pada pelayanan customer maka konsumen yang “jual mahal” pun akan bisa diatasi.

  1. Lakukan Riset Terhadap Target Pasar dan Konsumen

Berikutnya cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi konsumen yang “jual mahal” adalah dengan melakukan riset pada customer. Jika Anda memang ingin mendapatkan cara yang paling tepat untuk mengatasi konsumen yang “jual mahal” ini maka riset atau penyelidikan memang akan menjadi solusi tepat. Sebab sifat “jual mahal” dari konsumen ini bisa jadi bukan muncul karena karekter atau watak, tapi karena ada pengaruh dari luar diri konsumen. Nah dengan mengetahui lebih jelas apa penyebab munculnya sifat “jual mahal” dari konsumen dari hasil riset, maka akan ada solusi terbaik untuk mengatasinya.

  1. Jadikan Bagian Marketing dan Customer Service Bekerja dengan baik

Selanjutnya, cara untuk mengatasi konsumen yang “jual mahal” adalah dengan menjadikan bagian atau garda terdepan yakni bagian marketing dan customer service bekerja lebih baik dalam melayani. Bagian terdepan yang selalu berhubungan dengan konsumen seperti customer service dan marketing memang memegang peranan yang sangat krusial dalam menjaga hubungan dengan konsumen. Nah bagi Anda yang punya bisnis yang sudah memiliki bagian customer service dan marketing maka cobalah untuk melakukan briefing agar bisa melayani konsumen “jual mahal” ini dengan lebih baik dengan kekuatan hati.

  1. Usahakan Jadikan Mereka Sebagai Promoter

Terakhir, cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi konsumen “jual mahal” adalah dengan menjadikan mereka sebagai promoter. Alih-alih mengacuhkan mereka, sebagai pebisnis sejati yang baik Anda harus berpikir lebih ke depan dengan menjadikan mereka sebagai promoter. Biasanya konsumen yang “jual mahal” memang punya perasaan yang lebih untuk diekspresikan. Nah dari sinilah Anda harus bisa memanfaatkan perasaan lebih dari konsumen yang “jual mahal” tadi untuk menjadikan mereka sebagai promoter yang mempromosikan bisnis Anda. Tapi untuk menjadikan mereka sebagai promoter maka Anda harus bisa melayani mereka dengan sepenuh hati hingga hatinya tersentuh dengan penuh kesadaran.

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top