Keuangan

Begini Cara Hitung Break Even Poin (BEP)

break-even-point

menghitung break even point/https://rangkulteman.id/

Dalam kegiatan bisnis atau investasi, seseorang memang harus mengetahui sebuah istilah bernama Break Even Poin (BEP). BEP sendiri dikenal sebagai istilah untuk menggambarkan titik balik modal atau titik impas. Dalam bidang akuntansi, sebenarnya ada istilah Return Of Investment (ROI) yang sejatinya menyebut untuk istilah balik modal. Lalu apa sejatinya BEP tersebut dan bagaimana cara menghitungnya? Berikut ulasannya.

Arti BEP

Menurut Bankrate, BEP yaitu titik impas yang mengacu pada jumlah pendapatan yang harus diperlukan untuk menutup total biaya yang sudah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Dalam hal ini BEP dianggap sebagai titik ketika pendapatan sudah sama persis dengan perkiraan total biaya, di mana kerugian perusahaan berakhir dan perusahaan tinggal mengumpulkan keuntungan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, BEP adalah kondisi ketika semua biaya yang dikeluarkan untuk operasi produksi bisa ditutupi oleh pendapatan dari penjualan produk.

Manfaat BEP

Dengan mengetahui dan memahami BEP maka akan ada beberapa manfaat yang bisa didapat, seperti:

  1. Bisnis atau perusahaan akan mampu menentukan kapasitas produksi agar bisa mencapai keuntungan.
  2. Bisnis atau perusahaan dapat melakukan efisiensi.
  3. Pebisnis dapat mengetahui perubahan harga jual, biaya, dan volume produksi.
  4. Pengusaha dapat menyesuaikan jumlah penjualan dan harga barang produksi agar tidak merugi.
  5. Perusahaan dan individu bisa mendapatkan informasi untuk proses pengambilan keputusan.

Cara Menghitung BEP

Untuk menghitung BEP, ada empat komponen yang harus dilibatkan. Berikut empat komponen BEP yang harus dipahami tersebut:

  1. Biaya tetap (fix cost) yaitu biaya yang harus tetap dikeluarkan perusahaan walau jumlah produksi berubah. Contoh dari biaya tetap adalah biaya gaji karyawan tetap, biaya sewa tempat, biaya penyusutan, bunga bank, dan sebagainya.
  2. Biaya variabel (variabel cost) yakni biaya yang besarannya proporsional sesuai dengan volume produksi. Contoh dari biaya variabel adalah biaya upah lembur, biaya bahan baku, BBM, dan sebagainya.
  3. Pendapatan (revenue) yaitu total dari uang yang diterima dari hasil penjualan.
  4. Laba (profit) yakni selisih antara total penghasilan dikurangi dengan biaya tetap dan biaya variabel.

Perlu diketahui bahwa dalam perhitungan akuntansi BEP ini digunakan untuk menemukan persamaan di mana biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang sesuai dengan pendapatan yang didapat dalam satu periode.

Rumus BEP

Penghitungan BEP sendiri bisa dilakukan dengan dua metode yaitu BEP unit dan BEP nominal (rupiah) dengan rumus sebagai berikut:

  • Rumus BEP (unit) = total biaya tetap / (harga jual per unit produk – biaya variabel setiap unit produk).
  • Rumus BEP (rupiah) = total biaya tetap / (1 – biaya variabel setiap unit produk / harga jual per unit).

Demikianlah penjelasan mengenai Break Even Poin dan cara menghitung atau mencari BEP. Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa Rumus BEP bisa dihitung dengan mempertimbangkan faktor biaya dan pendapatan. Mengingat fungsi BEP yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan atau bisnis, maka kamu yang menjalankannya harus bisa memahami dan juga melakukan penghitungannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top