Tips

Berencana Beli Rumah Saat Pandemi? Terapkan 5 Tips Ini

beli-hunian-masa-pandemi

beli hunian masa pandemi/https://m.dekoruma.com/

Pandemi Covid-19 yang berlangsung lama membuat sektor perekonomian nasional terpukul cukup telak. Bahkan terpuruknya pereknomian akibat wabah virus corona ini telah membuat Indonesia harus berhadapan dengan resesi. Karena lambatnya ekonomi inilah kemudian banyak orang menjadi lebih was-was dan cermat dalam penggunaan uangnya. Tidak hanya untuk pengeluran besar seperti membeli kendaraan dan rumah, bahkan untuk keperluan sehari-hari mereka harus bisa berhemat. Namun untuk kamu yang memang berencana akan membeli rumah di masa pandemi, coba terapkan beberapa tips ini.

  1. Cek Kesehatan Keuangan

Tips pertama membeli rumah saat pandemi adalah dengan mengecek kesehatan keuangan. Dalam situasi krisis karena pandemi ini tentu Anda tidak boleh sembarangan menghambur-hamburkan uang. Sebab kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi pada keuangan ke depannya. Dari sini kemudian Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Lusiana Darmawan menyatakan bahwa idealnya total cicilan KPR dan utang lainnya tak melebihi 35 persen dari pendapatan. Maka sangat penting untuk mengecek rasio-rasio utama keuangan.

“Pastikan dana darurat aman, investasi masih lancar, kewajiban masih bisa dipenuhi,” ujar Lusi.

Jika kemudian didapati rasio pendapatan berbanding beban tak sesuai, Lusi menyarankan untuk menahan diri untuk pembelian hunian.

  1. Tentukan Fungsi Hunian

Jika memang finansial Anda punya rasio yang cukup untuk pembelian rumah maka tips berikutnya dari Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto perlu diterapkan. Tips ini menyebutkan bahwa sebelum melakukan pembelian disarankan untuk menentukan dulu fungsi dari hunian Anda. Apakah hunian nantinya akan dijadikan tempat tinggal atau disewakan. Dengan menentukan fungsi hunian maka Anda akan mendapatkan tujuan dan lokasi terbaik.

“Penting juga untuk mengetahui apakah yang akan dibeli ini akan dihuni langsung atau hanya akan disewakan nantinya. Karena akan beda jenis yang dicari,” jelas Wendy.

  1. Cek Fasilitas yang Disediakan

Berikutnya, tips merencanakan beli rumah saat pandemi adalah dengan mengecek fasilitas yang disediakan pihak pengembang. Hunian dengan fasilitas terbaik memang akan jadi pilihan yang menguntungkan. Semakin baik fasilitas yang dihadirkan maka kamu akan mendapatkan kepuasan yang nyata. Tapi memang biasanya hunian dengan fasilitas terbaik ini memiliki harga yang cukup tinggi. Nah dari sinilah Anda perlu mempertimbangkan fasilitas-fasilitas utama atau pokok saja yang perlu dicermati.

“Penting untuk diperhatikan, karena ini biasanya agak jauh dari pusat ekonomi, supaya para penghuni mendapatkan opsi untuk dapat beraktivitas di dalam area itu, security, lahan hijau atau taman, fasilitas publik seperti area komersil yang disediakan,” ujar Wendy.

  1. Pilih Pengembang Bereputasi Baik

Saat ini kita memang bisa mendapati beberapa pengembang yang menghadirkan unit hunian untuk dijual. Setiap pengembang tersebut tentu punya track record yang bisa kita selidiki. Sebab bila kita memilih pengembang yang buruk, bukan tidak mungkin pembelianmu terhadap hunian jadi merugikan. Tapi bila kamu mendapatkan pengembang dengan reputasi yang baik, maka pembelianmu pada hunian ini akan terasa memuaskan meski dilakukan pada masa pandemi. Untuk mengetahui reputasi dari pengembang ini kamu bisa mengeceknya melalui situs https://sireng.pu.go.id/.

  1. Teliti Ketentuan Pembelian

Terakhir, tips membeli rumah di masa pandemi adalah dengan meneliti ketentuan pembelian. Tak jarang kita memang mendapati iklan hunian yang menggiurkan. Nah ketika menjumpai iklan atau penawaran yang seperti ini Anda tidak boleh langsung terlena. Pastikan kamu melakukan pengecekan dengan cermat dan mendapati bukti jika diperlukan. Tanyakan semua hal mengenai klausal pembelian, termasuk mengenai cicilan atau angsuran hingga mendalam. Besaran uang muka atau DP juga perlu Anda cermati. Jangan sampai terlena dengan diskon di awal pembayaran karena yang seringkali terjadi di lapangan adalah pengembang memberikan keringanan cicilan untuk 1-2 tahun pertama. Tapi nyatanya Anda dikenakan biaya aslinya yang bisa jadi tak seimbang dengan kemampuan finansial.

“DP rendah artinya cicilan per bulan akan lebih besar. Lalu promo bayar bunga saja 2 tahun pertama, artinya setelah itu akan dihadapkan dengan cicilan bunga dan pokok,” ucap Wendy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top