Lainnya

Deretan Bocah Cilik Yang Sukses Berbisnis, Kecil-kecil Cabe Rawit Ya

Dijaman yang penuh persaingan saat ini, lapangan pekerjaan juga semakin sulit didapatkan. Jika anda hanya mengandalkan upah dari tempat anda bekerja, tentu hasilnya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melihat biaya hidup yang juga semakin meningkat. Agar anda tidak bergantung dengan pekerjaan tersebut, akan lebih baik jika anda berbisnis sendiri.

Jika anda mendengar kata bisnis mungkin terdengar terlalu tinggi. Dunia bisnis memang tidak lepas juga dengan persaingan. Namun setidaknya anda bersaing untuk hasil yang cukup besar. Sebenarnya bisnis tersebut tidak selalu harus dilihat dengan pandangan yang “tinggi”. Tidak hanya orang-orang yang ahli saja yang bisa memulai bisnis. Orang-orang yang memiliki keahlian dalam dunia bisnis pun bisa memulai bisnisnya sendiri. Bahkan saat ini, bisnis tidak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jika anda berniat untuk memulai bisnis sendiri, mungkin cerita anak-anak pebisnis ini mungkin bisa menginspirasi anda.

  1. Almeyda Nayara

Nama Almeyda Naraya dikenal setelah memulai bisnis menjual slime yang hingga saat ini banyak digemari. Slime terlihat seperti cairan kental yang bisa dimainkan oleh anak-anak hingga dewasa. Usaha menjual slime yang ditekuni ini dapat menghasilkan omset hingga 60 juta rupiah per bulannya. Sedangkan Naya sendiri memiliki pendapatan hingga 25 juta per bulan.

Naya pertama kali mengenal slime dari teman sekelasnya yang membawa mainan ini ke sekolah. Naya langsung memiliki ketertarikan dengan benda ini. Jika anak-anak lain tertarik dengan benda ini dengan meminta orang tuanya membelikan untuk kemudian dimainkan, Naya malah tertarik untuk membuatnya sendiri. Naya mulai bereksperimen dengan melihat tutorial di YouTube. Walau awalnya sempat dilarang oleh orang tuanya karena menyebabkan baju dan rumah yang kotor, namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginan Naya untuk tetap membuat slime.

Naya pertama kali mempromosikan slime buatannya pada acara bazar sekolah. Setelah melihat reaksi dari teman-temannya terhadap produk slime yang diciptakan, Naya mulai mempromosikan slimenya lewat akun instagram. Walaupun awalnya hanya memiliki 12 followers, namun saat ini akun ini sekarang membuka jalan bisnis yang besar.

  1. Jordan Casey

Casey pertama kali mempelajari pemrograman secara otodidak. Awalnya keluarga Casey mengira Casey hanya bermain dengan komputernya. Casey memulai belajar pemrograman pada usia 9 tahun dan pada usia 12 tahun ia sudah dapat membuat aplikasi permainan untuk IOS yang pertama. Casey sendiri tidak menyangka bahwa aplikasinya akan menempati urutan pertama yang paling banyak diunduh di Inggris.

Diusianya yang ke 13 tahun Casey berhasil mendirikan Casey Games, yaitu perusahaan game online untuk smarthphone. Saat ini Casey memiliki 3 perusahaan dengan tiga bidang yang berbeda. Selain mengembangkan perusahaan game, Casey juga mendirikan TeachWare yang dapat mengembangkan sistem untuk menyimpan data absen, ujian juga pengumpulan data tugas para murid.

  1. Chloe Purnama

Jika Naya dan Casey memulai usaha dari hobi, berbeda dengan Chloe yang justru memulai bisnisnya dengan kisah yang sedikit memilukan. Adik Chloe yang meninggal membuat Chloe dan keluarga merasakan kesedihan yang mendalam. Beberapa kerabat keluarga Chloe mengajak mereka untuk memberikan pelayanan sosial ke panti asuhan dan rumah singgah sebagai usaha untuk menyemangati keluarga. Dari sinilah muncul keinginan Chloe untuk membantu anak-anak yang kurang mampu muncul.

Chloe merealisasikan niatnya dengan membuat usaha online melalui media sosial yang menjual berbagai produk yang keuntungannya disalurkan ke anak-anak yang membutuhkan. Usaha ini dimulai tanpa modal. Chloe hanya cukup menjadi resseler dengan pelanggan dari teman dan orang tua temannya yang berniat membantu anak-anak di rumah singgah. Saat ini usaha online ini mampu meraup omset hingga ratusan juta. Kisah Chloe ini juga telah ditulis dalam buku biografi karya Alberthiene Endah. Kini produk-produk Chloe dijual melalui akun instagram @chloepurnama dengan target konsumen anak-anak hingga wanita usia 30an.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top