StartUp dan UKM

Era Kebiasaan Baru, Inilah Tips Berusaha dari Dirjen Kemenperin untuk Industri Kecil Menengah

tips-berusaha-umkm-era-new-normal

tips umkm era new normal/https://faktualnews.co/

Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai, hampir setiap pelaku usaha sekarang memang merasakan nuansa yang kurang menyenangkan. Ini karena perekonomian yang berjalan lambat membuat para pelaku usaha merasakan menurunnya pendapatan. Nah dalam menghadapi era kebiasaan baru atau New Normal ini, para pengusaha memang dituntut untuk lebih kreatif. Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan beberapa tips berusaha untuk para pebisnis terutama para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam menjalani era kebiasaan baru. Nah berikut ini beberapa tips dari Gati Wibawaningsih tersebut.

  1. Perluasan Cakupan Bisnis Melalui Digitalisasi.

Tips berusaha yang pertama dari Gati untuk para pelaku UMKM adalah melakukan perluasan cakupan bisnis melalui digitalisasi. Dengan situasi yang membuat banyak orang khawatir untuk keluar rumah, memang membuat alternatif belanja online jadi pilihan konsumen. Dari sinilah kamu yang selama ini masih begelut dengan bisnis offline, maka sekarang tuntutan online menjadi sesuatu yang perlu dilakukan. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi online seharusnya tidak membuatmu sulit untuk menerapkannya.

“Ini karena perubahan perilaku konsumen. Di mana dalam penggunaan berbagai transaksi lebih mengarah ke digitalisasi yang dianggap lebih efisien dan efektif,” ujar Gati.

  1. Optimalisasi Produk yang Sudah Ada

Sebuah bisnis memang harus selalu beradaptasi dengan apa yang terjadi di lingkungannya. Maka ketika di lingkungan tersebut terjadi perubahan, mau tak mau pengusaha perlu untuk melakukan inovasi. Salah satu bentuk inovasi yang bisa dilakukan pengusaha adalah dengan mengoptimalisasi produk yang sudah ada. Lakukan saja pengembangan produk dan juga hadirkan terobosan produk baru yang menekankan pada peningkatan kualitas. Dari semua hal tersebut maka pengusaha bisa saja bertahan di tengah situasi sulit seperti sekarang ini. Namun bila pengusaha tidak mengoptimalkan produknya, maka perubahan yang ada bisa menggerus bisnisnya hingga habis.

  1. Beranggapan Bahwa Kondisi Tidak Akan Kembali Seperti Semula

Berikutnya, tips berusaha dari Dirjen Kemenperin untuk industri kecil menengah adalah dengan beranggapan bahwa kondisi tidak akan kembali seperti semula. Seperti kita tahu bahwa pandemi Covid-19 ini sudah berlangsung lama. Dari sini maka bisa dikatakan bahwa tidak ada orang yang bisa menjamin kapan berakhirnya wabah. Maka dari itu alih-alih berharap pandemi segera berakhir yang tidak pasti waktunya serta berharap kondisi kembali seperti semula, lebih baik pelaku UMKM terus berusaha dengan melakukan inovasi.

“Apalagi jumlah IKM di Indonesia cukup banyak. Juga selama ini IKM telah berkontribusi pada penciptaaan lapangan kerja,” tutur Gati.

  1. Lakukan Perubahan Model Bisnis Layaknya Perusahaan Besar

Terakhir, tips berusaha dari Dirjen Kemenperin di masa New Normal untuk UMKM adalah dengan melakukan perubahan model bisnis layaknya perusahaan besar. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menekankan pada proses produksi yang efektif dan berkualitas. Selain itu pengusaha juga perlu melakukan proses pemasaran dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini menurut Gati bertujuan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas.

Berbagai Program untuk Pengembangan IKM

Dalam membantu Industri Kecil Menengah (IKM) mengembangkan usahanya di tengah pandemi, Kementerian Perindustrian bersama kementerian/lembaga terkait telah meluncurkan berbagai program. Salah satu program yang dijalankan menurut Gati adalah pelatihan dan seminar online bagi IKM.

“Total jumlah webinar yang telah diselenggarakan hingga saat ini mencapai 156. Sementara total peserta yang telah mengikuti webinar pelatihan ini hingga 13.871,” ujar Gati.

Selain itu, Kemenperin juga telah menjalankan Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) serta program restrukturisasi mesin/peralatan IKM yang tersebar di sejumlah daerah. Terakhir, ada program kampanye Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang aktif digelar oleh berbagai kementerian/lembaga terkait.

“Alhamdulillah, lewat BBI ini sudah ada 1,6 juta pelaku IKM dan UMKM yang sudah go digital. Kita harapkan jumlah ini terus meningkat kedepannya,” terang Gati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top