Tips

Harga Emas Meroket, Begini Tips Beli dan Simpan Emas di Masa Pandemi

tips-beli-dan-simpan-emas-masa-pandemi

tips beli dan simpan emas masa pandemi/https://economy.okezone.com/

Di tengah meroketnya harga emas di masa Pandemi sekarang ini membuat banyak orang kemudian berbondong-bondong untuk melakukan investasi logam mulia tersebut. Tapi mengingat munculnya kasus penipuan atau skandal emas Palsu di China beberapa waktu lalu memuat Anda perlu berhati-hati saat berinvestasi emas di masa pandemi seperti sekarang. Meroketnya harga emas ini memang sering terjadi di masa-masa krisis karena banyak dari investor yang kemudian menaruh uangnya pada logam mulia tersebut. Dengan alasan harga yang stabil, membuat banyak investor yang kemudian menanamkan dananya pada emas di tengah krisis seperti saat ini. Nah untuk menghindari kerugian akibat penipuan emas, Anda perlu menerapkan beberapa tips berikut dari Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali ketika akan menyimpan dan berinvestasi emas.

  1. Beli di Tempat Penjualan Resmi dan Bersertifikat

Tips pertama untuk menyimpan dan berinvestasi emas di masa pandemi yaitu membeli di tempat resmi dan bersertifikat. Di tempat resmi dan terpercaya ini Anda memang akan mendapatkan emas asli tanpa perlu khawatir tertipu. Beberapa tempat penjualan emas resmi dan bersertifikat yang bisa Anda datangi yaitu PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Pegadaian (Persero).

“Dalam kondisi pandemi maupun normal, beli emas tentu di tempat yang resmi atau bisa dipercaya itu penting,” kata Ahmad.

Dalam mendapatkan emas yang sesuai dengan harga, kita memang perlu mencari tempat penjualan yang tepat dan kredibel. Sebab bila Anda sembarangan membeli emas maka bukan tidak mungkin muncul penipuan entah itu dalam mengelabui wujud emas atau pengurangan jumlah karat dari logam mulia tersebut

“Kan tidak tahu betul mengenai kualitas maupun beratnya tanpa alat. Paling berisiko itu kalau ada yang memainkan karatnya atau kadar kemurniannya. Maka sebaiknya beli di toko yang sudah bersertifikat,” ucap Ahmad.

  1. Cari Tempat Penyimpanan Emas yang Paling Aman

Setelah mendapatkan emas, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah mencari tempat penyimpanan emas yang paling aman. Salah satu tempat penyimpanan emas yang aman adalah Safe Deposit Box (SDB) di perbankan.

“Ini yang paling aman karena disimpan di tempat yang khusus, terjaga, dan dilindungi dengan sistem pengamanan berlapis,” jelas Ahmad.

Untuk menyimpan emas di SDB ini sendiri biayanya tidak terlalu mahal yakni antara Rp400 ribu-Rp650 ribu dengan uang jaminan Rp750 ribu untuk ukuran sedang dan Rp600 ribu-Rp900 ribu per tahun dengan uang jaminan Rp750 ribu untuk ukuran besar. Tapi kondisi di lapangan memang menujukkan bahwa tidak semua cabang dari bank yang memiliki fasilitas SDB tersebut.

“Biayanya murah tapi kalau bukan nasabah prioritas memang cukup sulit untuk dapat SDB, harus antri atau cari bank atau cabang yang masih available,”ujar Ahmad.

Alternatif lain menyimpan emas yang aman adalah di brankas yang bisa dibeli dengan harga bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp5 juta.

  1. Menggadaikannya ke Pegadaian

Berkutnya, tips menyimpan emas di masa pandemi menurut perencana keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto adalah menggadaikannya ke pegadaian. Untuk menggadaikan emas di pegadaian dibutuhkan dana yang besarannya kurang lebih sama dengan sewa SDB di bank.

“Misalnya emas yang digadaikan seharga Rp10 juta, nanti dana yang dipinjam dari Pegadaian tak perlu sampai Rp10 juta tapi Rp1 juta saja agar bunganya murah. Jadi hampir sama sebenarnya dengan kalau simpan di SDB,” ungkap Eko.

  1. Menyimpan Emas dengan Skema Menabung

Tips lain menyimpan dan berinvestasi emas adalah dengan skema menabung. Maksudnya di sini adalah Anda bisa menabung dulu di bank dengan uang untuk nantinya diambil emas secara fisik jika sudah memenuhi ketentuan berat minimal misalnya 1 gram. Ketika sudah bisa diambil Anda bisa menjualnya dan uang yang diperoleh dapat digunakan lagi untuk uang muka membeli emas yang lebih berat dengan sistem menabung.

“Jadi dicicil misalnya emas 5 gram, ketika sudah selesai bisa dijadikan uang muka untuk beli emas 10 gram. Sudah selesai 10 gram, nanti selesai bisa jadi uang muka 100 gram. Terus seperti itu jadi tidak memegangnya secara fisik,” ujar Eko.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top