Tips

Inilah Micro Content, Cara Mudah Gaet Audiens di Media Sosial

micro-content/https://www.careersinafrica.com/

Bagi Anda yang bergelut dengan dunia konten dan media sosial, maka penerapan micro content seharusnya menjadi sesuatu yang perlu dipahami dan diterapkan. Micro content saat ini memang sedang populer di kalangan para content creator untuk pemasaran di media sosial. Dalam perkembangannya, micro content ternyata banyak juga diminati oleh beberapa perusahaan karena mampu mengangkat nilai penjualan. Tapi seperti apa sejatinya micro content tersebut?

Apa Itu Micro Content?

Menurut NNGroup, micro content yaitu jenis copywriting dalam bentuk fragmen teks pendek atau frasa, yang sering kali disajikan tanpa dukungan kontekstual tambahan. Micro content sendiri berperan mengomunikasikan pesan utama sebuah konten dalam bentuk yang ringkas. Umumnya, micro content dipakai untuk mendeskripsikan secara lebih ringkas artikel dan posting blog yang panjang. Micro content juga biasanya digunakan untuk menambahkan penjelasan pada desain antarmuka.

Menarik Perhatian Audiens Pada Konten

Dari penjelasan di atas, maka micro content bisa dianggap sebagai sinopsis singkat atau epilog dari sebuah kisah yang akan ditampilkan di platform media sosial. Dengan adanya micro content, audiens akan memperoleh gambaran dari apa yang akan disampaikan dalam postingan yang lebih panjang. Pada akhirnya dari micro content yang ada maka akan mendorong audiens untuk melanjutkan atau justru meninggalkan konten atau postingan. Contoh micro content paling terlihat nyata adalah penggunaan thread di media sosial Twitter atau juga video pendek pada Youtube dan Tiktok.

Tips Membuat Micro Content yang Baik

Setelah memahami bahwa micro content ini begitu penting untuk menarik atensi audiens, maka Anda selanjutnya perlu memahami bagaimana tips membuat micro content yang baik.

  1. Semakin Singkat Semakin Baik

Tips pertama membuat micro content yang baik adalah dengan menjadikannya lebih singkat. Sesuai nama dan penggunaannya, micro content memang seharusnya memiliki karakter yang singkat. Bila micro content terlalu panjang, biasanya audiens menjadi tidak tertarik karena malas menunggu terlalu lama. Untuk itu ketika menghadirkannya coba buatlah sesingkat mungkin, terutama bila Anda akan memuatnya dalam bentuk caption atau tulisan lainnya. Meski singkat, namun pastikan juga bahwa micro content dapat mewakili isi dari postingan yang akan ditayangkan. Sementara untuk jumlah hashtag pada sebuah post idelanya cukup dua saja dan tidak lebih.

  1. Lebih Efektif dengan Video dan Gambar

Berikutnya, tips menghadirkan micro content yang baik yakni mengganti caption dengan sebuah cuplikan video atau gambar. Dalam penerapan tips ini, video dan image yang akan digunakan harus sesuai dengan isi dari konten yang akan di-post. Dalam perkembangannya, beberapa media sosial berbasis teks seperti twitter bahkan lebih menghargai konten dengan penjelasan yang singkat melalui GIF, meme, atau highlight dari sebuah hal yang sedang viral.

  1. Microblogging

Terakhir, cara membuat micro content yang optimal adalah dengan menghadirkan microblogging. Jika kamu memiliki banyak hal yang ingin disampaikan, maka membuat microblogging adalah sesuatu yang tepat dilakukan. Dengan membuat microblogging maka audiens bisa lebih mengerti apa yang akan disampaikan. Selain itu dengan microblogging maka Anda bisa menarik lebih banyak pembaca atau audiens. Karena fungsinya untuk menarik audiens, maka dalam membaut microblogging ini skill copywriting-mu akan diuji.

Itulah penjelasan mengenai micro content dan cara atau tips membuatnya agar Anda bisa lebih mudah untuk menggaet audiens. Ingat meski micro content ini adalah konten singkat, namun fungsinya sangat krusial untuk sebuah postingan. Sebab, sebagai sebuah pembuka, micro content yang dibuat buruk, bukan tidak mungkin akan ditinggalkan audiens walau sejatinya postingan di dalamnya bagus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top