Keuangan

Inilah Pertanda Bahwa Indonesia Sedang Berhadapan dengan Jurang Resesi

tanda-indonesia-akan-alami-resesi

tanda resesi/https://economy.okezone.com/

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir memicu tingkat atau laju perekonomian di beberapa negara termasuk Indonesia mengalami penurunan yang tajam hingga mencapai angka minus. Tidak hanya itu akibat dari wabah virus corona ini membuat beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura mengalami resesi. Resesi sendiri adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Indonesia sendiri sedang berjuang untuk tidak terkena resesi. Tapi beberapa pengamat menyatakan bahwa di Indonesia sudah terlihat pertanda adanya resesi yang akan muncul. Tapi seperti apakah pertanda yang menunjukkan bahwa Indonesia memang sedang berhadapan dengan jurang resesi? Berikut ulasannya.

  1. Ekonomi kuartal III diprediksi minus

Pertanda pertama yang menunjukkan bahwa Indonesia sudah berada di jurang resesi adalah perekonomian di kuartal III yang kembali diprediksi minus. Menurut Piter Abdullah selaku Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 akan terkontraksi di angka minus 3-4%. Dari sinilah bila prediksi tersebut benar-benar terjadi maka bisa dipastikan bahwa Indonesia akan masuk jurang resesi. Hal ini dikarenakan Indonesia di kuartal II-2020 sudah mencatatkan angka minus 5,32%.

“Saya kira triwulan III tidak terelakkan pertumbuhan negatif sekitar minus 3-4% yang artinya kita memasuki resesi,” ujar Piter.

Prediksi perekonomian Indonesia yang akan kembali minus ini juga disampaikan oleh Mohammad Faisal selaku Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Menurut Faisal, Indonesia akan mencatatkan perekonomian di sepanjang tahun 2020 minus 1,5-3%. Dan di kuartal III-2020 tersebut, Indonesia akan mengalami resesi.

“Jadi kalau Indonesia kita sudah memprediksi bahwa memang akan terjadi resesi. Di full year tahun ini kita prediksi kontraksi minus 1,5-3%. Jadi kuartal II kemarin itu yang paling dalam, kuartal III kita prediksikan akan kontraksi walaupun lebih ringan kontraksinya dibandingkan kuartal II. Tapi dengan gitu berarti secara teknis sudah masuk resesi,” kata Faisal.

  1. PHK di mana-mana

Berikutnya, pertanda bahwa Indonesia akan berhadapan dengan jurang resesi adalah adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi di banyak perusahaan. Semenjak wabah Covid-19 ini muncul memang membuat banyak perusahaan harus menghentikan kegiatan bisnisnya. Dan pandemi yang berlangsung cukup lama ini membuat perusahaan terus merugi dan akhirnya mau tak mau harus melakukan PHK. Gelombang PHK yang terus meningkat inilah yang dinilai beberapa pengamat termasuk Faisal sebagai pertanda akan terjadinya resesi di Indonesia. Dari PHK ini juga akan berdampak pada peningkatan pengangguran dan juga kemiskinan.

“PHK sudah kita rasakan jadi seolah-olah kalau kuartal III resesi, kondisi lantas berubah drastis. Kalau menurut saya itu hanya definisi teknis saja dua kuartal berturut-turut. Secara esensi rilnya sebenarnya sudah terasa dari kemarin-kemarin jadi sebetulnya sama nanti akan begitu juga,” ucap Faisal.

  1. Ekonomi 2020 diprediksi -1,1%

Terakhir, pertanda bahwa Indonesia sedang menuju jurang resesi yaitu ekonomi tahun 2020 yang diprediksi -1,1 %. Prediksi ini sendiri disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2020 akan berada di kisaran minus 1,1% sampai positif 0,2%. Prediksi dan proyeksi ini sendiri terlihat pada faktor utamanya dari konsumsi rumah tangga yang memang mengalami tekanan cukup dalam dan diperkirakan ada di dalam pertumbuhan antara minus 1,3 hingga 0%. Sementara itu untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang merupakan investasi juga masih di dalam kisaran zona negatif -4,2 hingga -2,6%.

“Tekanan di kuartal kedua sangat dalam dan faktor-faktor untuk kuartal ketiga harus betul-betul diusahakan tidak hanya tergantung dari pemerintah, meskipun pemerintah merupakan pemegang peran yang cukup besar di dalam pemulihan ekonomi,” ucap Sri Mulyani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top