Lainnya

Inilah Sosok William Tanuwijaya, CEO Tokopedia yang Pernah Jadi Penjaga Warnet

William-Tanuwijaya

William Tanuwijaya/https://rumahinovasi.net/

Marketplace dengan julukan “Si Ijo” Tokopedia kini memang sedang menjadi perbincangan hangat oleh publik. Selain namanya yang melejit menjadi e-commerce di peringkat satu Indonesia, Tokopedia juga marak dibicarakan karena aksinya yang menggandeng Gojek dengan membentuk holding company bernama GoTo. Jangan lupakan juga kalau Tokopedia kini sudah berstatus sebagai unicorn atau usaha rintisan yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,3 triliun.

William Tanuwijaya

Tentu melejitnya nama Tokopedia sebagai yang terdepan tidak bisa dilepaskan dari sosok William Tanuwijaya. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 40 tahun yang lalu ini memang merupakan pendiri atau founder Tokopedia. Kisah William merintis Tokopedia sendiri tidak mudah seperti yang dibayangkan. Dirinya bahkan pernah menjadi penjaga warnet di Jakarta sebelum kemudian merintis Tokopedia.

Merantau ke Jakarta

Di Pematang Siantar, William lahir dari keluarga sederhana dan tak punya latar belakang wirausaha. Setelah lulus SMA, dirinya diberikan izin oleh ayah dan pamannya untuk merantau ke Jakarta. Di Jakarta William melihat banyak hal, termasuk soal ketimpangan. Salah satu ketimpangan yang ia lihat adalah keberadaan toko buku yang sangat mudah dijumpai di Jakarta namun sangat sulit didapati di kampungnya.

William memang seseorang yang gemar membaca sehingga dirinya mampu melihat ketimpangan tersebut. Namun dari kemampuannya melihat ketimpangan inilah nantinya William terinspirasi membuat Tokopedia.

Bekerja Sebagai Penjaga Warnet

Di Jakarta sendiri William melanjutkan studinya di Jurusan Teknik Informatika, Universitas Bina Nusantara. Tapi ketika dua tahun berjalan karena ayahnya yang sakit membuat William harus mencari pekerjaan. Pekerjaan yang akhirnya dipilih sembari kuliah oleh William adalah menjadi penjaga warnet (warung internet). Meski harus begadang, dalam aktivitasnya sebagai penjaga warnet, William mengaku bisa belajar internet secara gratis.

Membangun Tokopedia

Seperti yang disebutkan, William terinspirasi membuat Tokopedia dari dirinya yang melihat ketimpangan pada toko buku di Jakarta dan di daerah. Tepatnya di tahun 2007, William mulai terpikir membangun Tokopedia. Tapi karena tidak memiliki modal, William kemudian terpikir untuk mendapatkannya dari pemodal ventura. Karena belum mengenal banyak orang, William kemudian mendatangi bosnya di mana ia bekerja.

Di hadapan bosnya, William mengemukakan idenya tentang Tokopedia. Untungnya bos William bisa melihat visi dari William. Dari sini bosnya kemudian memperkenalkan William pada teman-temannya yang mempunyai uang.

Gagal Mendapatkan Modal

Walau sudah mendapatkan koneksi, bukan berarti William kemudian mudah mendapatkan modal. Bahkan dalam pencarian modalnya ini, dirinya mengaku gagal selama dua tahun. Beberapa penolakan dan kritikan atas impiannya yang dianggap terlalu muluk masih teringat dalam benak William. Namun meski demikian, William tidak berputus asa. Dan berkat kegigihannya, William kemudian mendapatkan pemodal pertama di tahun 2009 dari mantan bosnya.

Jalan Berliku

Rintangan membangun Tokopedia tidak hanya dirasakan William dari sulitnya mencari modal. Namun setelah itu dirinya kembali menemui jalan berliku untuk mendapatkan human resources atau Sumber Daya Manusia. Dalam pameran peluang kerja yang dihadirkan kampusnya, William berusaha untuk merekrut orang-orang yang sesuai pilihannya. Namun sayang stan tempatnya banyak dijauhi oleh pelamar.

”Saya berdiri dua hari di pameran itu untuk mencari kandidat. Tidak satu pun yang melamar di pameran itu. Sementara, di depan saya adalah satu stan sebuah bank besar. Di stan bank itu ada ribuan mahasiswa yang mengantre. Di tempat saya cuma ada satu mahasiswi yang menjadi panitia dan dia bertanya ini perusahaan apa?” katanya.

Mengubah Strategi Bicara

William sadar dirinya introvert. Karena itulah dirinya kemudian mengubah strategi dengan berbicara dari kelas ke kelas. Dari sini jumlah pelamar yang masuk mulai bertambah hingga menjadi 85 orang hingga terus naik menjadi puluhan ribu kandidat. Tidak hanya pelamar, William pun mendapatkan beberapa pemodal dari luar negeri.

Semangat Bambu Runcing

Menurut William modal dirinya meraih sukses sampai di titik sekarang adalah semangat bambu runcing yang mampu memerdekakan Indonesia dari penjajah. Jadi meski merupakan senjata tradisional namun dengan semangat dan impian, akhirnya perjuangan apa pun akan bisa diraih.

”Buat saya, harapan itulah yang selalu menjaga mimpi dan misi Tokopedia. Di kantor lama kami ada auditorium namanya The Founding Fathers. Ada lukisan Bung Karno dan tulisan titipan pendiri bangsa ini, yaitu bermimpilah setinggi langit, jika kau jatuh kau akan jatuh di antara bintang-bintang,” jelas William.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top