Lainnya

Jack Ma Pensiun dari Alibaba, Ia Ingin Kembali Mengajar dan Meninggal di Pantai, Bukan di Kantor

jack-ma

Nama Jack Ma memang bukanlah nama yang asing ditelinga kaum milenial saat ini. Dengan perusahaan Alibaba yang dipimpinnya, Jack Ma telah meraih segalanya. Jack Ma memang bukan satu-satunya miliarder yang sukses menjalankan bisnisnya. Tapi melihat latar belakang Jack Ma yang lahir dari keluarga miskin, Jack Ma tentu menjadi sosok yang selalu menginspirasi. Kini, setelah puluhan tahun memimpin Alibaba Group Holding, Jack Ma telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia industri teknologi. Pengumumannya untuk mengundurkan diri ini sendiri telah disampaikannya pada stafnya. Berita pensiunnya Jack Ma memang dari Alibaba Group Holding memang sudah diprediksi banyak pihak. Pasalnya dirinya seringkali mengungkapkan rencana pensiunnya dalam berbagai acara. Saat ditanya alasan mengapa dirinya ingin pensiun, Jack Ma mengatakan bahwa ia banyak merasakan ketidakpuasan dengan gaya hidup yang sibuk saat ini. Selain itu harapannya untuk kembali menjadi pengajar atau guru juga menjadi alasan lain Jack Ma merencanakan pensiun.

Keinginan untuk Kembali Mengajar

Mengajar sepertinya memang sudah memikat hati seorang Jack Ma. Sebelum terjun ke dunia entrepreneur, Jack Ma memang pernah mengajar di sebuah sekolah dengan gaji mencapai 91 yuan atau sekitar Rp 200 ribu per bulan. Meski dengan pendapatan yang kecil, namun Jack Ma merasa saat itu dirinya sangat bahagia. Bahkan menurutnya menjadi guru adalah momen terbahagia dalam hidupnya. Saat mengajar Jack Ma memang banyak disukai siswa karena gaya mengajarnya yang seru dan lucu.

Jiwa pendidik Jack Ma yang besar ini kemudian dibawanya ke dunia bisnis. Saat mendirikan Alibaba, Jack Ma sendiri menjadikan kegiatan belajar dan berbagi sebagai konsep bisnisnya. Jadi saat menjalankan bisnis, Jack Ma bekerja dengan cara yang sama seperti menjadi seorang guru. Dari sini kemudian Jack Ma lebih suka disebut sebagai “Chief Education Officer” dibanding “Chief Executive Officer” dari perusahaan Alibaba. Pada masanya dirinya pensiun, Jack Ma sendiri ingin generasi muda yang lebih hebat dapat menggantikannya, seperti filosofi mengajar dimana guru yang ingin muridnya bisa melebihi dirinya.

Ingin Mati di Pantai, Bukan di Kantor

Tidak hanya keinginan yang besar untuk mengajar, rencana pensiun dari Jack Ma juga didorong oleh keinginan yang kuat untuk keluar dari kesibukannya di perusahaan yang dinilai sudah terlalu banyak menyita hidupnya. Dari sini Jack Ma ingin sekali mundur sebagai seorang yang bebas dan juga lebih banyak bermain golf di pantai. “Yang jelas, saya tidak mau mati di kantor, tapi saya ingin mati di pantai”, Jelas Jack Ma. Walau nantinya Jack Ma tidak lagi menjabat CEO Alibaba, namun dirinya akan tetap menjadi wajah dari perusahaan yang didirikannya. Dari sini Jack Ma akan tetap membawa nama perusahaannya untuk kunjungan ke beberapa negara untuk bertemu kepala pemerintahan dan juga memberikan sambutan tentang kemajuan teknologi dan keuntungan globalisasi.

Menyesal Mendirikan Alibaba

Dari semua pernyataann Jack Ma tentang rencana pensiunnya, ada satu hal yang cukup mencengangkan yakni penyesalan dirinya mendirikan Alibaba. Alibaba yang telah menjadi perusahaan yang besar dan menghasilkan miliaran rupiah ini seharusnya membuat siapapun bangga. Tapi ternyata hal ini tidak beralaku pada Jack Ma. Baginya menangani perusahaan dengan 86 ribu pegawai dan bernilai USD 420 miliar (Rp 6.389,6 triliun) adalah sebuah tekanan hidup yang sangat besar selama hidupnya. Dari sinilah kemudian Jack Ma merasa menyesal mendirikan Alibaba yang saat ini namanya sudah sepopuler dengan Microsoft, Apple, dan Amazon.

Dalam pernyataannya di International Economic Forum 2016, Jack Ma mengatakan bahwa pada mulanya, dirinya hanya bermaksud membangun bisnis kecil. Jadi tidak terbayang bahwa Alibaba bisa sebesar ini dengan menanggung banyak tanggung jawab dan tekanan. Lebih lanjut Jack Ma menjelaskan bahwa dari besarnya perusahaan Alibaba ini dirinya harus menjalani hidupnya seperti seorang Presiden yang sangat sibuk. Kesibukannya di perusahaan sendiri juga membuat dirinya merasa tidak punya kuasa atas hidup. Dari sini Jack Ma pun sangat ingin menikmati hidupnya disuatu hari kelak tanpa tekanan dan tanggung jawab yang besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top