Keuangan

Kiat Berinvestasi Saham di Tengah Ancaman Resesi, Terapkan!

investasi-saham-masa-resesi

investasi saham masa resesi/https://thecollegeinvestor.com/

Indonesia yang sudah berada di gerbang resesi membuat banyak orang semakin merasakan dampaknya. Merosotnya ekonomi hingga di kuartal III tahun 2020 karena efek pandemi Covid-19 ini menjadikan para pebisnis dan investor pun kebingungan untuk menentukan sikap. Beberapa orang bahkan ada yang menyatakan bahwa berbisnis atau berinvestasi di tengah pandemi ini membuat banyak orang khawatir karena dinilai terlalu berisiko. Tapi benarkah demikian kenyataannya? Menurut Kim Kwie Sjamsudin selaku Kepala Divisi Equity Research BNI Sekuritas menyatakan bahwa ada cara dan strategi yang bisa dijalankan untuk menghadapi ketidakpastikan invetasi saham di masa pademi ini. Berikut beberapa tips dan kiat yang bisa diterapkan untuk siapapun yang akan berinvestasi saham di masa resesi.

  1. Pemilihan Saham yang Tepat

Tips pertama berinvestasi saham di tengah resesi menurut Kim yaitu memilih saham yang tepat. Menurut Kim pemilihan saham ini memang sangat krusial. Alih-alih seenaknya memilih karena ikut-ikutan atau hanya sebatas menebak, kamu harus mencermati beberapa aspek saat akan menentukan saham yang dipilih. Beberapa aspek yang perlu dicermati investor saat akan memilih saham tersebut antara lain valuasi, interest rate, growth, dan sentimen. Dari keempat aspek ini sendiri menurut Kim faktor sentimen menjadi over power karena dapat mempengaruhi valuasi, interest rate, dan growth.

“Dalam memilih saham harus diingat, tidak ada yang namanya magic formula. Ada 4 faktor yang menjadi pertimbangan antara lain valuasi, interest rate, growth, dan sentimen,” ucap Kim.

  1. Disiplin Menabung Saham

Selain cermat memilih saham, Kim juga menyarankan pada setiap investor untuk selalu disiplin menabung. Meski tidak banyak, Kim menganjurkan untuk selalu rutin menyisihkan dana dalam kurun waktu mingguan atau bulanan. Meski dalam masa pandemi, menurut Kim inilah waktu paling baik untuk berinvestasi karena banyak yang melakukan aksi jual saham, sehingga valuasi terbilang murah.

“Sisihkan dana kita yang ingin kita investasikan di pasar saham. Kita bisa tentukan tiap minggu atau tiap bulan,” tambah dia.

  1. Diversifikasi

Berikutnya, kiat berinvestasi saham di tengah ancaman resesi adalah dengan melakukan diversifikasi. Diversifikasi adalah strategi memvariasikan saham untuk meminimalisir risiko kerugian. Strategi diversifikasi ini juga adanya yang menybut dengan teknik pengelompokan. Menurut Kim pemilihan saham dengan strategi diversifikasi ini paling tidak mengambil 4-6 sektor yang dinilai punya prospek atai potensi baik secara jangka panjang. Setelah itu kamu bisa mengoleksi 8-12 emiten per sektornya.

  1. Rebalancing

Terakhir, kiat berinvestasi saham di tengah ancaman resesi menurut Kim adalah melakukan rebalancing. Dengan melakukan rebalancing secara rutin maka diyakini oleh Kim bisa meminimalisir potensi kerugian yang lebih besar jika salah satu dari emiten menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan.

“Misalkan 1-2 saham di portoflio kita out perform, jadi kita perlu menjual sebagian saham ini dan investasi di saham lainnya atau saham baru yang menurut Anda punya potensi,” kata Kim.

Demikianlah beberapa cara atau kita untuk berinvestasi saham di tengah ancaman resesi. Nah dari sinilah maka kamu tak perlu lagi khawatir berlebihan dengan resesi yang memang akan terjadi akibat pandemi Covid-19. Sebab dengan menerapkan strategi khusus maka kita bisa melakukan antisipasi. Bahkan dengan kiat dan tips ini bukan tidak mungkin kita juga bisa mendapatkan cuan atau keuntungan yang lumayan besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top