Lainnya

Mengenal Design Sprint, Teknik Menghadirkan Solusi dan Inovasi yang Market Fit

design-sprint

design sprint/https://medium.com/

Dalam sebuah perusahaan besar atau startup, inovasi memang menjadi salah satu hal perlu selalu dihadirkan. Dengan adanya inovasi, perusahaan atau startup bisa mengadirkan terobosan yang dapat mengubah pasar untuk berpihak pada bisnisnya. Tapi dengan tren perubahan yang terjadi sangat cepat di masyarakat membuat inovasi dituntut untuk bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Keadaan inilah yang membuat banyak perusahaan kemudian mengalami kesulitan untuk menghasilkan inovasi atau produk baru yang berdaya guna serta market fit.

Tuntutan Pengembangan Inovasi dan Produk Baru di Era Serba Cepat

Sebuah ide atau gagasan yang akan menjadi inovasi dalam pengembangan produk baru memang perlu kelayakan. Kelayakan ini tentu tidak lain tidak bukan harus mendasarkan atau menyesuaikan dengan keinginan pasar (market fit). Sebab akan sia-sia saja bila inovasi produk baru yang dihadirkan tidak sesuai dengan keinginan pasar, karena tidak akan menghasilkan profit.

Dalam menghadirkan inovasi atau produk baru sendiri, pebisnis akan dihadapkan dengan fakta perubahan yang berjalan cepat. Karena perubahan yang terjadi sangat cepat di masyarakat inilah maka pebisnis juga dituntut untuk menghadirkan inovasi market fit yang cepat pula.

Design Sprint Sebagai Solusinya

Untuk bisa menghadirkan inovasi atau produk baru di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat, maka dibutuhkan solusi atau metode yang cepat pula. Dari sinilah maka Design Sprint akan menjadi jawabannya. Mengapa harus Design Sprint? Sebab design sprint memang telah dirancang guna menghadirkan solusi yang tepat dan market fit untuk produk baru dengan segala inovasinya.

Design sprint sendiri dirancang pertama kali oleh Jake Knapp dengan mengadopsi pada metode Design Thinking yang diperkenalkan David Kelley dan Tim Brown dari IDEO. Dalam perkembangannya, Design Sprint ini ternyata telah suskes diterapkan pada startup-startup yang berada dalam naungan Google Venture.

Ketika Design Sprint bekerja maka metode ini akan membangun konsep produk dan prototipe-nya dengan 5 tahapan yang interaktif dan komunikatif hingga terwujud solusi yang tepat dalam waktu 2-5 hari saja. Ketika membangun konsep produk, design sprint dapat membuat interaksi dan komunikasi yang intens dalam tim untuk pembahasan ide, gagasan serta solusi untuk permasalahan yang ada.

Kegunaan Design Sprint

Selain menghadirkan inovasi dan produk baru yang market fit, Design Sprint ini juga mempunyai beberapa kegunaan lain seperti :

  • Membantu tim untuk bisa memperoleh dan fokus pada tujuan yang jelas.
  • Mengeluarkan kemampuan paling optimal dari setiap anggota tim.
  • Memecahkan segala permasalahan yang muncul pada sebuah produk.

Cara Kerja dan Tahapan Design Sprint

Beberapa tahapan dan cara kerja design sprint dalam menyelesaikan masalah dan menghadirkan inovasi untuk produk baru terdiri dari beberapa tahapan yaitu :

  1. Understand

Tahapan pertama design sprint yakni understand yang bisa dikatakan juga sebagai proses brainstorming. Tahapan ini diawali dengan mengunpulkan calon pengguna atau pengguna untuk dilakukan intreview. Tidak hanya itu, pengguna dan calon pengguna juga diberikan kesempatan bercerita tentang permasalahan yang didapati pada sebuah produk serta cara mengatasinya. Nah nantinya hasil dari interview akan dijadikan bahan diskusi oleh para petinggi di perusahaan guna menghadirkan solusi dan inovasi.

  1. Diverge

Setelah itu hasil interview ini akan diberikan kepada tim untuk diolah dengan ide dan gagasan yang muncul dari mereka. Ide dan gagasan yang dihadirkan ini diharapkan bisa memecahkan permasalahan yang ada.

  1. Decide

Di hari ketiga akan dilakukan proses pengumpulan suara terbanyak atau voting. Nantinya ide yang diperoleh dari voting akan dibawa ke tahap pengembangan.

  1. Prototype

Selanjutnya akan dibuat prototipe dengan dukungan fitur utama oleh tim developer berdasarkan ide desain yang telah disepakati.

  1. Validate

Tahapan terakhir design sprint akan dilakukan validasi dengan memberikan prototipe pada pengguna sebagai tester. Dari sini akan didapatkan feedback yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan produk yang lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top