Keuangan

Mengenal Resesi Ekonomi dan Penyebabnya

resesi

resesi/https://www.omiska.com/

Saat ini banyak orang memperbincangkan mengenai kemungkinan Indonesia akan terkena resesi. Akibat pandemi Covid-19 ini kegiatan ekonomi di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia mengalami kelumpuhan. Akibat dari terhentinya kegiatan memang memicu terjadinya penurunan tingkat ekonomi nasional hingga menyentuh angka minus. Nah pertumbuhan ekonomi yang minus inilah yang memunculkan kekhawatiran Indonesia juga akan mengalami resesi seperti negara-negara lain. Tapi bicara mengenai resesi ekonomi, apakah Anda sudah tahu apa itu resesi dan penyebabnya?

Definisi Resesi

Menurut Forbes, resesi memiliki pengertian penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dalam masa resesi ini perekonomian sebuah negara akan terus berjuang agar terus bergerak naik. Pada masa resesi ini juga ada banyak orang kehilangan pekerjaan atau mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena penurunan pendapatan yang diperoleh perusahaan. Dari situasi seperti ini membuat output ekonomi negara secara keseluruhan mengalami penurunan.

Menurut para ahli, resesi akan menimpa sebuah negara bila terjadi beberapa hal berikut ini :

  • Produk domestik bruto negatif (pdb) negatif
  • Meningkatnya tingkat pengangguran
  • Penurunan penjualan ritel
  • Ukuran pendapatan
  • Manufaktur yang berkontraksi untuk periode waktu yang panjang

Dalam perjalanan sebuah negara, resesi memang dianggap bisa saja menimpa semua negara di dunia karena perekonomian dan siklus bisnis yang berlangsung dinamis.

Penyebab Resesi Ekonomi

Resesi sendiri bisa terjadi dikarenakan beberapa hal yaitu :

  1. Guncangan Ekonomi yang Tiba-tiba

Penyebab pertama terjadinya resesi yaitu terjadinya guncangan ekonomi yang tiba-tiba seperti sekarang yaitu munculnya wabah virus corona. Contoh lain adalah ketika tahun 1970-an dimana OPEC memutus pasokan minyak tanpa peringatan.

  1. Utang yang Berlebihan

Utang yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau negara yang terlalu banyak memang dapat memicu resesi. Ini terjadi karena hutang yang mencapai titik di mana tidak ada kemampuan membayar tagihannya.

  1. Gelembung Aset

Gelembung aset maksudnya adalah muculnya perekonomian yang buruk karena adanya keputusan investasi yang didorong oleh emosi. Dalam kasus ini biasanya investor terlalu optimis hingga menciptakan “kegembiraan irasional”. Padahal “kegembiraan irasional” Ini menggembungkan pasar saham atau gelembung real estat. Dan saat gelembung itu meletus akan terjadi kepanikan dalam penjualanan yang dapat menghancurkan pasar hingga menyebabkan resesi.

  1. Terlalu Banyak Inflasi

Inflasi adalah keadaan dimana muncul tren harga yang naik seiring waktu. Jika inflasi terjadi secara wajar mungkin masih bisa dikendaikan dengan menaikkan suku bunga oleh bank sentral. Tapi bila inflasi ini terjadi secara massif dan tak terkendali maka akan terjadi masalah ekonomi nasional dan dapat memicu resesi. Resesi akibat inflasi ini pernah terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Saat itu meski suku bunga dinaikkan, namun keadaan inflasi yang parah malah menghadirkan resesi.

  1. Terlalu Banyak Deflasi

Kebalikan dari inflasi adalah deflasi yaitu keadaan dimana muncul tren harga yang turun secara beruntun dari waktu ke waktu. Dari keadaan deflasi ini akan membuat upah berkontraksi hingga kemudian menekan harga. Saat lingkaran umpan balik deflasi tidak terkendali akan membuat publik dan bisnis berhenti belanja hingga kemudian merongrong perekonomian dan menyebabkan resesi.

  1. Perubahan Teknologi

Terakhir, penyebab munculnya resesi adalah adanya perubahan teknologi. Keberadaan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas memang tidak selamanya dapat membantu perekonomian. Sebab dalam periode jangka pendek penyesuaian terhadap terobosan teknologi bisa saja malah memicu keterpurukan ekonomi hingga resesi. Hal ini bisa kita lihat pada abad ke-19 dimana muncul revolusi industri hingga memicu meningkatnya penggunaan teknologi hemat tenaga kerja. Tapi nyatanya keadaan tersebut malah memicu resesi dan masa-masa sulit. Keadaan sekarang dimana muncul teknologi robot dan AI yang penggunaanya terus meningkat, juga dikhawatirkan juga akan memicu resesi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top