Lainnya

Perusahaan Cek Kosong (SPAC) Kini Sedang Diminati Para Taipan

SPAC

SPAC/https://investmentu.com/

Perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) atau perusahaan cek kosong saat ini sedang banyak diminati para konglomerat. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, SPAC (Special-purpose Acquisition Company) telah menjadi fenomena atau tren tersendiri di bursa saham AS, Wall Street. Menurut orang-orang kaya di Amerika Serikat, bergabung dengan SPAC telah menjadi metode rasional untuk menghimpun dana.

Mencuatnya SPAC

Nama SPAC mencuat di tahun 2020 ketika beberapa perusahaan mengumumkan kesepakatan merger terbalik dengan SPAC di bursa saham. Dalam informasi yang dilansir laman Bloomberg, per 24 November 2020, SPAC telah mampu mengumpulkan lebih dari 60 miliar dolar AS dari para investornya.

Daya tarik SPAC di Amerika sendiri kemudian menyebar ke Eropa. Dari sini nampak sejumlah taipan bisnis di Eropa sudah bergabung dan menanamkan modalnya ke SPAC. Salah satu perusahaan yang telah bergabung dengan SPAC adalah Investindustrial Acquisition Corp., sebuah firma ekuitas swasta yang didukung oleh mantan Chief Executive Officer UBS Group AG Sergio Ermotti. Pada pekan lalu sergio Ermotti menyatakan bahwa perusahaannya telah mengumpulkan 350 juta dolar AS untuk bergabung dengan SPAC di bursa efek New York.

“Kami tidak mempertimbangkan untuk mendaftar di Eropa karena kami menginginkan akses ke pasar publik yang paling likuid dan maju yang dapat kami ikuti, dan itu adalah AS. Kami juga ingin menargetkan perusahaan yang fokus pada globalisasi yang akan mendapatkan keuntungan dari kehadiran pasar saham AS,”. kata Andrea Bonomi selaku CEO Investindustrial.

Berharap Agar Semakin Banyak Perusahaan Di Eropa Yang Bergabung SPAC

Dengan bergabung bersama SPAC maka dimungkinkan perusahaan akan tertutup untuk go public tanpa melalui proses penawaran umum saham perdana secara tradisional (IPO). Meski telah mencatatkan investasi yang besar, Wakil Kepala Pasar Modal Ekuitas di Eropa, Timur Tengah dan Afrika Ashish Jhajharia berharap agar semakin banyak perusahaan di Eropa yang bergabung SPAC.

“SPAC pasti ada di sini untuk tinggal. Orang-orang telah mendapatkan keuntungan yang bagus lewat SPAC tahun ini. Kumpulan permintaan di Amerika Serikat jauh lebih dalam daripada di Eropa, tetapi ada cukup banyak minat investor di Eropa,” kata Ashish.

CEO Investindustrial Andrea Bonomi sendiri juga berharap banyak bisnis yang dijalankan keluarga di Eropa bermitra dengan Investindustrial SPAC untuk go public. Meski demikian Andrea juga mengingatkan agar para investor dapat berhati-hati oleh tawaran gelombang awal euforia SPAC.

Pengambilalihan Perusahaan Eropa oleh SPAC

Taipan lain yang sedang berencana bergabung dengan SPAC adalah Andrea Pignataro asal Italia. Tak ketinggalan pula pengusaha Prancis Ian Gallienne melalui SPAC Avanti Acquisition Corp sedang mengejar target di Eropa. Sementara itu miliarder asal Mesir Nassef Saworos juga dikabarkan sedang mengincar SPAC.

Di Inggris sendiri Arrival Ltd. telah setuju untuk bergabung dengan perusahaan cek kosong CIIG Merger Corp. Dari sini terlihat bahwa potensi pengambilalihan perusahaan Eropa yang dipimpin oleh SPAC sudah mulai muncul.

Perusahaan pembayaran online yang berkantor pusat di London yang didukung oleh ekuitas swasta yakni Paysafe Group Ltd juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan yang dipimpin miliarder Bill Foley.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top