Bisnis Online

Prediksi Bisnis Paylater di Tahun 2022? Masihkah Terus Bertumbuh?

paylater-di-tahun-2022

paylater di tahun 2022/https://blog.amartha.com/

Di tahun-tahun sebelumnya, bisnis paylater memang terbilang cukup tumbuh signifikan. Perkembangan transaksi e-commerce yang pesat diyakini menjadi penyebab tumbuhnya bisnis paylater dan fintech. Lalu bagaimana nasib dan peluang bisnis ini di tahun 2022 nanti?

Efek Transaksi E-Commerce

Beberapa pakar meyakini bahwa bisnis paylater di tahun mendatang akan terus tumbuh mengingat transaksi e-commerce yang terus naik. Bank Indonesia (BI) sendiri memprediksi transaksi e-commerce tahun depan akan mencapai Rp 530 triliun. Ini artinya transaksi tersebut meningkat 31,4 persen dari perkiraan total transaksi pada 2021 sebesar Rp 403 triliun.

Senada dengan BI, Akulaku Finance selaku Perusahaan pembiayaan berbasis digital juga meyakini bahwa e-commerce yang tumbuh pesat akan membawa pengaruh serta peluang besar untuk para pemain paylater saat ini dan di tahun-tahun mendatang. Akulaku sendiri juga merupakan salah satu pemain layanan paylater yang terus bertumbuh dengan mencatatkan realisasi pembiayaan hingga November 2021 mencapai Rp 8,8 triliun.

Di tahun 2022 nantinya, Akulaku melalui Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengharapkan layanan paylater-nya bisa tumbuh lagi 30 persen dengan target pengguna bertambah minimal 6 juta nasabah. Selama menghadirkan bisnis paylater sendiri, Akulaku menyatakan telah mampu menggandeng lebih dari 130.000 pelaku UMKM dan hampir 20 bank.

Faktor Pendukung Tumbuhnya Bisnis Paylater Tahun 2022

Lebih lanjut Efrinal mengatakan bahwa selain meningkatnya transaksi e-commerce, penyebab akan bertumbuhnya bisnis paylater di tahun 2022 adalah pergeseran lifestyle ke digitalisasi, peningkatan jumlah UMKM yang terkoneksi di marketplace, hadirnya kaum milenial selaku segmen pengguna terbanyak serta kolaborasi yang semakin tren dan menjadi kebutuhan di industri jasa keuangan.

Sementara itu mengenai tantangan dari bisnis paylater ini menurut Efrinal yakni masih adanya potensi cyber crime, edukasi konsumen yang belum maksimal, dukungan infrastruktur teknologi dan eco system fintech yang masih kurang serta peningkatan people competence.

GoPayLater pun Mencatatkan Kenaikan Transaksi

Perusahaan besar lain yang menghadirkan layanan paylater adalah Gopay. Menurut Head of Marketing GoPayLater, Neni Veronica, selama tahun 2020, nilai transaksi GoPaylater meningkat sampai dengan 3,3 kali lipat. Layanan pembayaran GoPayLater sendiri sudah banyak tersedia di beberapa layanan Gojek, seperti GoFood, GoRide, GoSend, GoCar, GoPulsa, GoBluebird, GoTagihan, Gojek Subscription, GoTix, serta pembayaran di e-commerce rekan usaha GoPay.

“GoPayLater memakai sistem biaya langganan dengan jumlah pasti tanpa persenan (bebas bunga). Biaya tidak berlaku jika GoPayLater tidak terpakai di bulan tersebut. Menurutnya, cara pakainya gampang, cukup pilih GoPayLater sebagai opsi pembayaran di halaman check out. Dalam pengembangan fitur pihaknya senantiasa mendengarkan kebutuhan dan masukan pengguna,” kata Neni.

Fitur GoPayLater

Untuk memudahkan para penggunanya, GoPayLater kini telah didukung oleh beberpa fitur seperti fitur pengecekan ulang sebelum transaksi GoPayLater dilakukan. Dengan fitur ini pengguna akan menjadi lebih aman karena sebelum pembayaran akan dibawa ke halaman konfirmasi. Selain fitur pengecekan ulang, ada juga fitur Pick Your Limit. Dengan fitur tersebut pengguna akan bisa memilih sendiri limit bulanan sesuai kebutuhan. Dari sini maka pengguna akan jadi lebih terkendali dalam pengeluaran karena dibatasi oleh limit GoPayLater setiap bulannya.

“Saat ini kami hanya menerima pembayaran tagihan melalui GoPay. Pengguna bisa membayar tagihan kapan pun sebelum akhir bulan atau tanggal jatuh tempo. Pastikan untuk membayar tepat waktu agar terhindar dari denda keterlambatan,” jelas Neni.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top