Keuangan

4 Dampak Buruk Dibidang Ekonomi yang Telah dan Akan Muncul dari Pandemi Covid-19

dampak-ekonomi-covid-19

dampak ekonomi pandemi covid-19/https://www.kai.or.id/

Wabah virus corona memang semakin hari semakin terasa dampaknya. Tidak hanya dari tingkat infeksi yang terus meningkat, tapi dari sisi ekonomi pandemi Covid-19 ini semakin memukul semua kalangan. Bahkan dampak ekonomi ini semakin hari terasa begitu menyesakkan. Hal ini dikarenakan dampak ekonomi ini telah menyebabkan beberapa hal yang telah nyata terjadi di lapangan. Beberapa dampak lain yang lebih mengerikan juga diprediksi bisa saja terjadi bila keadaan ini terus menerus berlangsung. Lalu dampak mengerikan apa saja yang telah dan bisa saja terjadi di masa depan karena pandemi Covid-19 dibidang ekonomi? Berikut ulasannya.

  1. Gelombang PHK

Dampak mengerikan pertama dari pandemi Covid-19 adalah munculnya gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). PHK sendiri terjadi karena perusahaan yang sudah tak mampu lagi menggaji karyawan karena menurunnya omset yang drastis. Untuk kasus PHK ini sekarang sudah terjadi di mana-mana termasuk di Indonesia. Akibat dampak virus corona memang membuat kegiatan ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi merosot drastis. Dari sinilah maka ketika roda ekonomi tersendat membuat banyak perusahaan mendapati omset yang terus mengecil bahkan nihil. Karena omset perusahaan sudah minim bahkan minus, maka pemimpin atau owner memang mau tak mau harus mengurangi biaya operasional dengan salah satunya memutus hubungan kerja pada beberapa karyawannya. PHK yang terjadi di Indonesia karena pandemi Covid-19 sendiri sudah sangat parah. Menurut Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah per-tanggal 12 April 2020, terdapat 1,5 juta orang pekerja yang terimbas virus corona (covid-19). Dari angka tersebut, 10 persen pekerja tersebut mengalami PHK dan 90 persen dirumahkan. Kondisi ini tentu begitu menyesakkan karena pemutusan hubungan kerja ini bisa membuat perekonomian semakin sulit.

  1. Kemiskinan

Dari dampak PHK yang telah terjadi di mana-mana, bisa saja muncul efek bola salju lain yakni kemiskinan. Jadi ketika pekerja di PHK maka mereka tentunya tidak lagi memiliki penghasilan seperti biasanya. Dari sini maka kesulitan ekonomi pun akan semakin dirasakan mereka yang mengalami PHK. Saat pendapatan dan kesulitan ekonomi semakin terasa maka akan muncul golongan masyarakat miskin baru. Dampak ini memang tidak mengada-ada. Fakta yang terjadi di lapangan memang sudah menunjukkan gejala tersebut. Sebuah riset dari Organisasi internasional Oxfam sendiri telah menyebutkan bahwa krisis yang disebabkan wabah virus corona telah membuat sekitar 500 juta orang di dunia jatuh ke jurang kemiskinan. Bahkan bila pandemi Covid-19 ini terus berlangsung, angka kemiskinan ini diprediksi akan terus meningkat hingga diangka 922 juta orang di seluruh dunia. Sementara itu diangka lain sebanyak 548 juta hingga 4 miliar ada golongan orang bakal yang bakal masuk ke dalam kategori hampir miskin.

  1. Kelaparan

Apakah mungkin pandemi Covid-19 ini bisa menyebabkan kelaparan? Jawabannya mungkin-mungkin saja. Sebab bila roda ekonomi tak bergerak, hal ini bisa menyebabkan daya beli jadi menurun. Dan dari daya beli yang menurun inilah maka beberapa golongan masyarakat bisa jatuh ke dalam kategori miskin hingga kemudian melahirkan kelaparan. Kasus kelaparan ini sendiri saat ini sudah terjadi di Inggris dimana tercatat sudah ada 1,5 juta masyarakat Inggris tidak makan seharian karena tidak memiliki uang atau akses pada makanan. Sementara itu ada sekitar 3 juta orang terpaksa harus melewatkan waktu makan karena kurangnya penghasilan. Data dan catatan ini sendiri didapatkan dari lembaga amal Food Foundation yang kemudian dilaporkan oleh Media Inggris the Guardian.

  1. Krisis Ekonomi

Terakhir, dampak mengerikan akibat pandemi Covid-19 dibidang ekonomi adalah terjadinya krisis ekonomi. Dari catatan IMF atau International Monetary Fund menyatakan bahwa akibat wabah virus corona di dunia telah membuat ekonomi dan keuangan global saat ini tengah melumpuhkan ekonomi masing-masing negara serta memicu krisis ekonomi global. Bagaimana di Indonesia? Di Indonesia sendiri penyebaran Covid-19 yang terus meningkat juga membuat perlambatan perekonomian nasional. Dari sini menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa dampak penyebaran virus corona bisa saja memicu krisis ekonomi yang lebih parah dibanding krisis yang terjadi pada 1997-1998 dan 2008-2009. Hal ini dikarenakan krisis ini memang telah memicu dampak pada seluruh sektor ekonomi dan juga nyawa manusia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top