Bisnis Online

Adopsi Digital, Inilah 4 Sektor Bisnis yang Paling Siap dan yang Tidak

digitalisasi bisnis

digitalisasi/https://www.prdaily.com

Dunia digital yang semakin pesat perkembangannya memang menuntut setiap pebisnis untuk mengadaptasinya. Sebab bila mereka mengacuhkan digitalisasi tersebut, mereka bukan tidak mungkin akan terlindas zaman. Apalagi di saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, maka digitalisasi ini menjadi kebutuhan penting bagi setiap bisnis untuk bisa tetap eksis. Meski sebagian besar para pengusaha menyadarinya, tapi kenyataannya tidak semua bisnis bisa mengadposi konsep digital. Menurut CEO Markplus Inc, Iwan Setiawan, ketidakmampuan bisnis mengadopsi konsep digital ini dikarenakan oleh ketidaksiapan yang berasal dari perusahaannya sendiri atau dari konsumennya. Dari sisi perusahaan bisa jadi ketidakmampuan mengadopsi digitalisasi ini disebabkan proses dan konsep bisnis yang memiliki basic layanan tatap muka dengan konsumen. Sementara itu dari sisi konsumen, ketidaksiapan ini dikarenakan pangsa pasar yang terdiri dari golongan berpenghasilan rendah dan juga generasi tua yang gaptek. Lalu apa saja sektor bisnis yang paling siap dan tidak dalam menyambut digitalisasi ini? Berikut ulasannya.

  1. Ritel Modern

Pertama, sektor bisnis yang paling siap mengadopsi digitalisasi adalah ritel modern. Sesuai dengan nama bisnisnya, ritel modern tentunya sudah terbiasa dengan tools-tools modern seperti perangkat internet untuk melayani konsumen. Wujud ritel modern yang dimaksud di zaman sekarang ini adalah e-commerce seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, BukaLapak dan lainnya. Dari penerapan digital yang dilakukan ritel modern maka tak ayal permintaan konsumen untuk belanja online ini bisa dipenuhi. Saat masa pandemi sendiri perubahan gaya belanja online publik tidak hanya terjadi pada kegiatan membelinya saja tapi juga pada perilaku mencari barang. Sistem digital yang sudah terbangun cukup baik di Indonesia membuat para peritel modern ini menjadi lebih leluasa menjalankannya.

  1. Sektor Otomotif

Di sektor otomotif kita mendapati secara umum ketidaksiapannya untuk masuk ke dunia bisnis digital. Mengapa demikian? Ini dikarenakan memang industrinya sendiri yang belum berpengalaman menjalankan usaha di dunia digital. Mungkin ada yang sudah siap, tapi itu hanya bisa dihitung jari yakni dari industri major player atau pemain utamanya saja. Sementara dari sisi pelanggannya sebenarnya sudah siap untuk bermain di dunia digital. Mereka hanya menginginkan sebuah platform aplikasi yang bisa merangkul kebutuhannya dalam berbelanja online. Dari analisis Markplus sendiri kita bisa mendapati data bahwa 62 persen pelanggan otomotif ingin dealer memiliki aplikasi pembelian. Sementara 56 persen pelanggan ingin perusahaan otomotif menyediakan home delivery dan melakukan test drive di rumah. Sedangkan diangka 41 persen pelanggan ingin melakukan pembayaran online.

  1. Asuransi Jiwa (Life Insurance)

Ketidaksiapan untuk masuk dalam sistem bisnis digital juga didapati dari industri life insurance atau asuransi jiwa. Untuk sektor bisnis ini ketidaksiapannya lebih disebabkan dari sisi para pelanggannya yang diharuskan membeli asuransi secara online. Menurut Iwan, masyarakat akan semakin malas untuk membeli asuransi bila bisnis ini dijalankan secara online. Sebab selama ini asuransi ini berjalan karena adanya agen yang terjun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan manfaat dari asuransi.

  1. Sektor Properti

Terakhir, bisnis yang paling tidak siap untuk mengadopsi sistem digital menurut Iwan adalah sektor properti. Menurut Iwan, bisnis properti akan menjadi sektor usaha yang paling lama bila mengadopsi sistem digital. Ketidaksiapan bisnis properti ini lebih dikarenakan banyaknya kendala dari penerapannya bila benar-benar dijalankan. Meski sudah ada beberapa platform yang menghadirkan tempat berjualan secara daring, tapi kebanyakan bisnis di sektor properti ini tetap menjalankannya secara direct atau langsung. Sebab konsumen sendiri tentunya akan lebih menyukai untuk melihat rumah atau properti lain yang akan dibeli secara langsung dari pada dari website atau aplikasi.

Itulah beberapa sektor bisnis atau usaha yang paling siap dan tidak siap dalam menerapkan sistem digitalisasi. Jadi semaju apapun perkembangan dan pertumbuhan teknologi memang tidak bisa membuat beberapa aspek kehidupan berubah. Selain karena kebiasaan yang sulit diubah, perilaku konsumen yang tidak terbiasa dan tidak nyaman dengan sistem digital ini menjadi penyebab yang menyulitkan digitalisasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top