StartUp dan UKM

HUT RI, Pemerintah Berikan Bantuan Rp2,4 Juta untuk 12 Juta UMKM

bantuan-umkm

bantuan umkm/https://www.suarainvestor.com/

Kabar baik untuk para pengusaha UMKM. Sebab sebentar lagi pemerintah akan meluncurkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta per-penerima. Bantuan yang direncanakan akan disalurkan setelah 17 Agustus 2020 atau usai HUT RI ke-75 ini akan menyasar 12 juta UMKM di Indonesia. Kabar mengenai bantuan ini sendiri sudah diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menjadi pembicara pada Selasa, 11 Agustus 2020 dalam forum diskusi ekonomi yang digelar Unilever .

Untuk saat ini sendiri pemerintah masih bersiap dengan data penerima bantuan yang memang pantas mendapatkan karena terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Kami rencananya yang 2,4 juta ini dengan data yang ada sekarang dan sedang di-clean-kan, akan diluncurkan pada Agustus, mungkin saat atau sesudah 17 Agustus nanti oleh Pak Presiden (Jokowi) atau menteri,” jelas Sri Mulyani.

Ingin Bantuan Tepat Sasaran

Bantuan yang direncanakan ini memang tidak bisa diluncurkan dengan segera. Hal ini dikarenakan pemerintah ingin bantuan tepat sasaran mempersiapkan data dengan akurat sehingga tidak terjadi temuan yang melenceng di kemudian hari. Dalam rangka mengawal program bantuan UMKM ini sendiri pemerintah bahkan menggandeng beberapa lembaga di bidang transparansi keuangan dan penegakan hukum.

“Jadi mereka (penerima) harus eligable, pemerintah cleansing seakurat mungkin karena nanti dananya diaudit auditor eksternal dan kami selalu konsultasi. Saat datanya belum komplit ini akan menjadi tantangan bersama,” kata Sri Mulyani.

Bantuan dari pemerintah untuk UMKM sebesar Rp 2,4 juta ini nantinya dapat digunakan oleh penerima untuk modal usaha atau juga memenuhi kebutuhan sehari-hari yang utama.

Pinjaman Rp 2 Juta

Selain program bantuan Rp 2,4 juta untuk UMKM, pemerintah juga berencana meluncurkan program pinjaman pinjaman sebesar Rp2 juta per penerima tanpa bunga. Pinjaman ini sendiri akan dikhususkan untuk UMKM berskala rumah tangga dan juga pengusaha yang baru memulai usaha setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Sektor UMKM

Program bantuan dan pinjaman modal ini sendiri merupakan bagian dari program pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor UMKM. Total dana stimulus yang dianggarkan pemerintah untuk program PEN UMKM tersebut mencapai Rp123,46 triliun dengan rincian penempatan dana untuk restrukturisasi Rp78,78 triliun, subsidi bunga sebesar Rp35,28 triliun, penjaminan kredit Rp5 triliun, PPh final UMKM Rp2,4 triliun, penjaminan modal kerja Rp1 triliun, serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB Rp1 triliun. Dari sini maka pagu anggaran penanganan dampak pandemi Covid-19 dan program PEN dari pemerintah mencapai total Rp695,2 triliun pada tahun ini.

Realisasi Masih Minim

Meski sudah dianggarkan dengan pagu sebesar Rp123,46 triliun, namu menurut Sri Mulyani realisasi anggaran PEN untuk UMKM ini baru mencapai 26,32 persen atau sekitar Rp32,5 triliun. Lebih lanjut Sri Mulyani menyatakan bahwa realisasi anggaran yang minim ini berasal dari masing-masing program, seperti program subsidi bunga dengan pagu mencapai Rp35,28 triliun namun per 6 Agustus 2020 realisasinya masih baru mencapai Rp1,5 triliun atau 4,25 persen dari pagu. Begitu juga dengan program PPh final UMKM dengan pagu sebesar Rp2,4 triliun tapi realisasinya baru mencapai Rp200 miliar atau 8,33 persen dari pagu.

“Penyerapan sampai hari ini Rp1,5 triliun, belum terlalu besar, masih ada persoalan perbankan atau lembaga keuangan dalam mengkomunikasikannya ke UMKM maupun proses pendaftaran dapat subsidi ini dievaluasi,” terang Sri Mulyani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top