Tips

Ingin Terhindar dari Penipuan Jual Beli Properti? Jalankan 6 Tips Ini

jual-beli-properti-bebas-penipuan

jual beli properti/https://www.akseleran.co.id/

Menjalankan bisnis jual-beli properti memang menjanjikan keuntungan besar. Dari sinilah tidak sedikit orang yang kemudian bersemangat untuk berbisnis dibidang ini. Tapi mengingat potensi rugi yang tak kalah besarnya karena kasus penipuan yang bisa terjadi, maka Anda yang akan menjalankan bisnis ini perlu berhati-hati. Kasus penipuan ini tidak hanya bisa terjadi pada pebisnis properti. Namun Anda sebagai masyarakat biasa yang berniat menjual properti juga bisa saja menjadi korban penipuan. Untuk itulah Anda yang akan terjun dalam bisnis jual-beli properti atau hanya sekedar menjual properti, perlu menjalankan tips-tips berikut ini agar terhindar dari penipuan.

  1. Jangan Memberikan Info Rumah Secara Detail

Tips pertama untuk jula-beli properti yang bebas tipu-tipu adalah dengan tidak memberikan detail dari info rumah. Jadi ketika mempromosikan properti atau rumah yang akan dijual, pastikan hanya menyebut daerahnya saja. Jangan pernah mencantumkan informasi alamat lengkap dari properti yang akan dijual. Selain alamat, Anda juga tidak boleh menyebut keadaan rumah secara detail serta status kepemilikan properti tersebut. Mengapa demikian? Sebab alamat dan detail informasi rumah yang akan Anda jual bisa saja akan dimanfaatkan oleh oknum yang berniat menipu.

  1. Tidak Menggunakan Nomor Pribadi untuk Promosi

Biasanya saat melihat iklan atau promosi properti, kita akan mendapati nomor telepon yang bisa digunakan untuk menghubungi penjual. Tapi untuk mencegah penipuan dari oknum, maka jangan gunakan nomor pribadi dalam iklan atau promosi tersebut. Bila pun Anda memang hanya seorang penjual biasa, maka pastikan saja Anda menggunakan nomor baru untuk keperluan jual-beli. Sementara untuk nomor utama, tetap Anda gunakan untuk keperluan pribadi.

  1. Tidak Memberikan Surat-surat Penting

Bila transaksi belum terjadi, jangan sampai Anda memberikan surat-surat penting kepada pembeli. Walaupun surat-surat tersebut hanya hasil foto atau scan saja. Sebab dalam beberapa kasus penipuan yang terjadi memang ada yang berkedok surat sertifikat. Dari adanya sertifikat palsu yang diduplikasi dari sertifikat Anda bisa saja kemudian penipuan ini terjadi.

  1. Jangan Terbuai Proses Instan

Berikutnya, tips jual-beli properti yang bebas tipu-tipu adalah dengan tidak terbuai proses instan. Bila ada orang yang menawarkan kepada Anda penjualan yang cepat maka jangan sampai langsung tergoda. Pasalnya dari beberapa kasus penipuan yang terjadi, motif penjualan yang cepat ini berujung pada penipuan. Maka bila memang ada calon pembeli yang sudah serius membeli, pastikan saja Anda langsung meminta transaksi atau minimal uang muka. Dan jangan memberikan sertifikat sebelum pembeli melunasi uang. Dari sini Anda harus menghindari modus penipuan dengan janji-janji penjualan cepat.

  1. Pastikan Bertemu Langsung dengan Pembeli

Ketika ada calon pembeli yang menghubungi Anda melalui telepon atau email, pastikan untuk mengajaknya bertemu. Biasanya calon pembeli yang serius dan tidak berniat menipu akan menyanggupinya. Tapi bila calon pembeli tersebut tidak mau bertemu, maka Anda patut menaruh curiga karena bisa jadi mereka berniat melakukan penipuan. Maka dari itu pertemuan Anda dengan calon pembeli ini penting untuk melihat keseriusannya.

  1. Cek Latar Belakang Calon Pembeli

Terakhir, tips jual-beli properti yang bebas tipu-tipu adalah dengan mengecek latar belakang calon pembeli. Setelah Anda bertemu dan berkenalan dengan calon pembeli, maka pastikan Anda melakukan pengecekan. Pengecekan calon pembeli ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan mesin pencari Google. Ketik saja nama calon pembeli tersebut dan nanti hasil dari pencarian tersebut bisa Anda jadikan pedoman. Selain nama, Anda juga harus juga melakukan pengecekan pada nomor telepon hingga nomor rekening dari calon pembeli. Sebab bila nama saja bisa dimungkinkan okum penipu berganti-ganti nama. Bila memang dari pencarian di Google tersebut didapati ada track record bahwa calon pembeli itu pernah menuipu maka Anda harus segera membatalkan segala hal yang sedang berjalan. Tapi bila memang tidak ada track record penipuan dalam pencarian, maka Anda boleh melanjutkannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top