Lainnya

Ini Dia 3 Kerugian Melunasi KPR Lebih Cepat

kerugian-melunasi-KPR-lebih-cepat

kerugian melunasi KPR lebih cepat/https://pewartasatu.com/

Pinjaman dalam bentuk apapun termasuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan bentuk tanggungan atau hutang yang harus diselesaikan. Dari sinilah kemudian tidak sedikit orang yang ingin segera menyelesaikan cicilan KPR tersebut dengan harapan agar dirinya tidak lagi terbebani dengan tanggungan tersebut. Tapi ternyata melunasi KPR dengan lebih cepat ini bisa merugikan kamu lho. Nah berikut adalah beberapa kerugian melunasi KPR lebih cepat.

  1. Skema Bunga KPR yang Bisa Turun

Bentuk kerugian pertama yang bisa saja kamu alami bila melunasi KPR lebih cepat adalah tidak dapat memperoleh bunga KPR yang turun di kemudian hari. Dalam pinjaman KPR ini memang berlaku dua tingkat suku bunga yakni bunga tetap (fixed) yang ditetapkan di awal dan bunga mengembang (floating) yang ditetapkan setelah berakhirnya bunga tetap. Besaran bungan bunga floating ini sendiri fluktuatif yang didasarkan pada acuan Bank Indonesia (BI) atau 7-Day Reverse Repo Rate dan penyesuaian dari pihak bank. Maka dalam pinjaman KPR ini jika kamu melunasinya sebelum tenor berakhir maka bisa saja kamu mengalami kerugian bila ternyata BI menurunkan suku bunga acuan pasca pelunasan. Dari sini maka seharusnya sebelum berniat melunasi KPR kamu cermati dulu tren suku bunga BI dan perbankan. Bila kamu tidak ingin repot-repot mengamati tren suku bunga BI maka memilih KPR syariah yang memiliki cicilan tetap sepanjang waktu bisa jadi opsi.

  1. Biaya Denda atau Pinalti

Meski melunasi KPR dengan cepat membuat kamu terhindar dari kredit macet namun ternyata bisa saja ada biaya pinalti atau denda yang harus kamu tanggung. Beberapa bank memang ada yang menerapkan biaya denda atau pinalti kepada debitur yang melunasi KPR dengan lebih cepat. Ini karena ketika kamu melunasi dengan lebih cepat maka bank akan mengalami kerugian ratusan juta. Besaran denda penalti yang ditetapkan bank sendiri berbeda-beda, bahkan ada juga yang tidak menetapkan penalti bila debitur melunasi KPR dalam kurun waktu yang sudah ditentukan bank.

  1. Keuangan Bisa Goyang

Terakhir, kerugian yang  bisa kamu alami ketika melunasi KPR lebih cepat adalah membuat keuangan bisa goyang. Dalam menjalani kehidupan ini memang dibutuhkan keseimbangan, baik itu dalam hal pemasukan dan pengeluaran. Maka bila kamu memaksakan diri melunasi KPR dengan segera, hal ini akan memicu pengaturan keuangan menjadi kacau. Sebab kamu harus berpikir keras bagaimana mengurangi pos pengeluaran lain atau bahkan mengorbankan dengan mengeliminasinya. Maka dari itu dari pada memaksakan diri melunasi KPR dengan cepat, lebih baik kamu mencicilnya saja sesuai tenor yang ada. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang yang memunculkan kondisi tidak jelas, maka kamu harus lebih berhati-hati dalam penggunaan uang. Alih-alih mengeluarkan uang dengan jumlah besar untuk KPR, lebih baik kamu simpan untuk dana darurat yang keberadaannya saat ini memang sangat penting. Kedaaan berbeda bisa saja membuatmu boleh melunasi KPR dengan cepat bila memang penghasilanmu per-bulannya lebih besar. Intinya pos pengeluaran untuk cicilan ini adalah 20 persen dari gaji untuk menghindari keuangan yang goyah dan kacau.

Demikianlah beberapa bentuk kerugian yang bisa dialami seseorang yang melunasi KPR lebih cepat. Dari sini maka pertimbangan pada keadaan finansial ini memang perlu diprioritaskan dalam pelunasan cicilan seperti KPR.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top