StartUp dan UKM

Inilah 4 Jenis Profesi Informal yang Terdampak Pemberlakuan PSBB

profesi-informal-terdampak-PSBB

profesi informal terdampak PSBB/https://bobo.grid.id/

Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang saat ini sudah marak diterapkan dibeberapa daerah, menjadikan banyak masyarakat yang semakin terpuruk. Sebelum PSBB diterapkan sebenarnya perekonomian Indonesia sudah mulai menurun. Apalagi saat ini ketika PSBB yang berkekuatan hukum telah banyak diterapkan, maka dampak ekonomi yang ada akan semakin terasa. PSBB sendiri memang menjadi salah satu cara yang mau tidak mau dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran atau penularan virus corona. Namun sayangnya memang kebijakan ini memaksa munculnya dampak ekonomi. Golongan yang paling merasakan dampak kebijakan PSBB tentu mereka yang berprofesi sebagai pekerja informal. Nah berikut ini adalah 4 jenis profesi informal yang paling merasakan dampak pemberlakuan PSBB.

  1. UMKM

Profesi informal pertama yang merasakan dampak pemberlakukan PSBB adalah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Salah satu penyebab menurunnya perekonomian UMKM karena PSBB ini adalah dikarenakan dampak yang dialami sektor pariwisata. Sejak Covid-19 ini masuk ke Indonesia, sektor pariwisata memang menjadi sektor yang pertama kali terdampak. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemudian melakukan analisis dan menyatakan bahwa dampak di sektor pariwisata ini langsung berpengaruh pada bisnis UMKM. Lebih lanjut LIPI menyatakan bahwa secara khusus UMKM yang paling merasakan dampak signifikan dari PSBB adalah UMKM di sektor makanan dan minuman, serta kerajinan kayu dan rotan. Padahal sebelum PSBB diterapkan pun UMKM di sektor ini sudah mengalami penurunan penghasilan hingga 50% lebih. Nah ketika PSBB diterapkan Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin menyatakan UMKM di sektor tersebut akan mengalami penurunan omset yang semakin anjlok hingga 90%.

  1. Ojol

Ojol atau ojek online merupakan salah satu profesi yang paling disorot ketika virus corona mewabah di Indonesia. Di masa pandemi Covid-19 berlangsung, profesi ojol memang mengalami dampak penurunan omset. Bahkan ketika PSBB diterapkan, ojol semakin menjerit karena penghasilannya semakin menurun. Hal ini dikarenakan ketika PSBB diterapkan, maka fitur layanan antar penumpang akan dinon-aktifkan sehingga para ojol tidak bisa lagi menerima order mengantar penumpang. Padahal dalam kenyataannya, menurut Ketua Presidium Nasional Gabungan Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, layanan antar penumpang ini menyumbang 70% dari total pendapatan harian para ojol. Meski pemerintah kemudian melunak untuk mengizinkan ojol mengantar penumpang, tapi tetap saja dengan adanya syarat yang harus dipenuhi, membuat layanan antar penumpang mengalami penurunan. Selain layanan antar penumpang, layanan pengantaran makanan dari ojol pun sebenanrya juga terdampak PSBB. Hal ini dikarenakan bisnis makanan (food & beverage) yang terdampak pemberlakuan PSBB akan otomatis juga berpengaruh pada layanan antar makanan ojol.

  1. Pedagang Asongan

Berikutnya, profesi sektor informal yang merasakan dampak dari pemberlakuan PSBB adalah pedagang asongan. Pedagang asongan yang menjajakan barang dagangannya di tempat keramaian pastinya akan merasakan dampak dari kebijakan PSBB. Sebab saat PSBB diterapkan beberapa daerah akan mengalami penutupan jalan. Dari sini maka pedagang asongan pun akan mendapati sepinya pembeli dan akhirnya mendapati omset yang anjlok. Bila pun para pedagang asongan ini kemudian berjualan di terminal, tetap saja adanya dampak pelarangan mudik juga mempengaruhi pendapatannya. Selain sepinya pembeli, pergerakan pedangan asongan pada masa PSBB pun dibatasi oleh petugas karena memang bisa memicu kerumunan orang.

  1. Pekerja Harian Lepas

Terakhir, jenis profesi informal yang terdampak oleh pemberlakukan PSBB adalah para pekerja harian lepas. Para pekerja harian lepas seperti tukang bangunan, pengayuh becak dan lainnya pastinya akan merasakan dampak dari pemberlakuan PSBB. Ini karena dalam PSBB yang mengatur pembatasan beberapa kegiatan yang memicu kerumunan dan penularan, akan dihentikan dan akan membuat para pekerja harian lepas kehilangan mata pencahariannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top