Tips

Menyelamatkan Bisnis Waralaba di Masa Pandemi

pandemi-waralaba

menyelamatkan waralaba masa pandemi/https://koinworks.com/

Di masa Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan seperti sekarang membuat semakin banyak bisnis yang terdampak. Beberapa bisnis bahkan harus mengalami gulung tikar karena tidak bisa lagi menutup biaya operasional. Salah satu bisnis yang harus merasakan dampak dari wabah virus corona ini adalah bisnis waralaba. Mungkin beberapa waralaba dengan skala besar masih bisa bertahan, tapi bisnis waralaba skala sedang hingga kecil banyak yang harus merasakan dampak dari pandemi ini.

Situasi Sulit Masa Pandemi

Seorang pewaralaba (franchisor) menceritakan kisahnya menghadapi dampak di awal pandemi dimana dirinya yang sudah terlanjur membuka beberapa gerai di beberapa tempat. Bahkan dirinya juga sempat memperpanjang kontrak sewa di sebuah mal di Jakarta. Namun ketika virus corona merebak, dirinya mengaku tidak dapat berbuat banyak. Akibat pembatasan sosial, gerai yang baru dibukanya mau tak mau harus ditutup sementara bahkan ada yang harus ditutup selamanya.

Meski kemudian PSBB dilonggarkan, tidak serta merta pewaralaba mampu mendapatkan pendapatan yang diinginkan. Karena sepinya pengunjung, pewaralaba berusaha mati-matian mengamankan arus kas. Dari sinilah mau tak mau kemudian pewaralaba harus mengurangi pengeluaran dengan salah satu caranya mengurangi pegawai atau karyawan. Kondisi menurunnya omset ini membuat penerimaan royalti dan francise fee nyaris nol karena tidak ada penjualan.

Siasat Bertahan di Tengah Pandemi

Dari keadaan yang sulit ini, pewaralaba mau tak mau memang harus memikirkan strategi atau siasat agar bisa bertahan di tengah pandemi. Menurut beberapa ahli mengemukakan pentingnya mengubah atau memodifikasi model bisnis. Model bisnis sendiri yaitu rasionalisasi mengenai bagaimana sebuah usaha menciptakan, memonetisasi (menghasilkan keuntungan) dan menyampaikan value kepada pelanggan.

Apabila mau berpedoman pada kanvas model bisnis dari Osterwalder dan Pigneur (2012), maka akan didapati sembilan blok yang menjadi pilar sebuah bisnis, yakni:

  1. Value proposition yakni benefit yang ditawarkan dari produk.
  2. Customer segment yaitu segmen pelanggan yang dituju.
  3. Channel adalah saluran yang digunakan untuk menyampaikan produk kepada pelanggan.
  4. Customer relationship yakni cara pebisnis menjalin relasi kepada pelanggan terutama yang menyangkut promosi dan penyampaian informasi.
  5. Key partner yaitu mitra kunci yang terlibat di dalam bisnis.
  6. Key asset adalah aset kunci yang digunakan pebisnis, apakah barang modal, tenaga manusia atau yang lain.
  7. Key activities yakni aktivitas kunci yang dilakukan pebisnis, misalnya memproduksi produk, membuat program dan sebagainya.
  8. Revenue Stream yaitu sumber-sumber penerimaan kas.
  9. Cost structure adalah biaya-biaya yang ditanggung perusahaan.

Modifikasi Value Proposition

Dari sembilan pilar bisnis di atas, saat ini banyak bisnis termasuk usaha waralaba yang melakukan modifikasi value proposition dengan cara memberikan perhatian ekstra pada kebersihan dan kesehatan. Meski sebenarnya sebelumnya bisnis sudah menerapkannya, namun di masa pandemi, perhatian konsumen pada kebersihan dan kesehatan semakin meningkat dan harus dipenuhi oleh para pengusaha.

Perubahan Lain Bisnis Waralaba di Masa Pandemi

Tidak hanya perubahan dalam hal kebersihan dan kesehatan, namun pebisnis waralaba juga perlu merubah mindset penjualan langsung menjadi tidak langsung. Di masa pandemi dimana banyak konsumen yang enggan datang langsung membuat penjualan tidak langsung secara daring semakin diminati. Dari sinilah maka para pewaralaba memang dituntut untuk bisa mengubah haluan metode penjualannya secara digital.

Perubahan lain yang harus dipertimbangkan oleh pewalaba khususnya yang bergerak pada bisnis food & beverage adalah peralihan ke frozen food. Perubahan model bisnis ini menurut beberapa pakar sangat mungkin membuat banyak hal berubah. Customer segment bisa jadi sama, tapi value proposition dan aspek lainnya akan sangat kemungkinan berubah. Dari sinilah maka pandemi Covid-19 ini memang menuntut pewaralab harus siap dengan segala perubahan untuk menyelamatkan bisnis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top