Bisnis Online

Perlukah Membeli Followers untuk Branding di Media Sosial?

beli-followers

beli followers/https://www.cnbc.com/

Di zaman sekarang, followers memang sesuatu yang penting bagi sebuah bisnis atau personal branding. Keberadaan followers di media sosial akan mencerminkan bagaimana status branding dari akun tersebut. Semakin banyak jumlah followers-nya, maka semakin tinggi branding yang didapat.

Dengan followers, sebuah bisnis juga bisa dengan mudah meraih apa yang ditargetkan. Dari sinilah kemudian tak jarang para pebisnis yang rela untuk membeli followers demi tujuan tersebut. Pertanyaannya, apakah membeli followes tesebut perlu dan baik untuk branding di media sosial?

Haruskah Membeli Followers?

Meski jumlah followers itu penting dalam pemasaran media sosial, tapi membeli followers sepertinya perlu mendapat pertimbangan yang lebih dalam. Pasalnya, kegiatan membeli followers bisa saja berdampak buruk bagi bisnis.

Menurut Hubspot, menyatakan bahwa membeli followers bukanlah suatu ide yang bagus. Ini karena kemungkinan besar pengikut atau followers yang dibeli adalah bot atau akun yang tidak aktif. Karena followers yang didapat dari membeli itu bukan followers aktif, maka Hubspot mengatakan bahwa postingan yang ditampilkan akan sulit menghadirkan engagement.

Padahal tujuan bisnis dalam marketing online, termasuk di media sosial salah satunya adalah untuk mendapat engagement dan akhirnya memperoleh peningkatan penjualan yang ditargetkan. Nah dengan followers pasif yang didapat, maka tujuan bisnis bukan tidak mungkin akan meleset dan gagal.

Akun Bot dan Sesuatu yang Sia-sia

Lebih lanjut, dalam eksperimen yang dilakukan Hootsuite, membeli akun-akun bot dari layanan penjualan followers, memang membuat bisnis akan mendapat followers yang banyak seketika. Namun setelah satu minggu berselang, followers tadi jumlahnya terus menurun atau berkurang. Dari eksperimen ini maka disarankan untuk kamu berpikir panjang dulu ketika hendak membeli followers, terlebih bila akan menggunakannya sebagai strategi branding lewat media sosial. Sebab bila Anda melakukannya, maka usaha tersebut akan sia-sia dan akan membuat Anda mengalami kerugian.

Alasan untuk Tidak Membeli Followers

  1. Anda Mendapatkan Pengikut Palsu

Pertama, alasan Anda tidak perlu membeli followes adalah pengikut palsu. Sepeti dijelaskan sebelumnya bahwa followers yang dibeli dari jasa penyedia atau penjualan adalah akun bot atau fake account yang tidak dimiliki dan dijalankan oleh pribadi manusia. Dari pengikut atau followers palsu inilah maka akun bot tesebut tidak akan terlibat sama sekali pada setiap post branding yang dibuat. Padahal, keterlibatan followers dengan responnya ini adalah hal yang seharusnya didapat dari stategi branding di media sosial. Jika followers yang ada sudah tidak bisa menghadirkan engagement, tentu hal tersebut jadi tidak ada artinya.

  1. Dapat Menghancurkan Kredibilitas Brand

Alih-alih ingin mendapatkan engagement, strategi membeli followers justru bisa jadi bumerang bagi Anda. Pasalnya jika kemudian ada customer yang mengetahui bahwa followers di akun medis sosial bisnsmu adalah fake atau palsu, maka mereka bisa kecewa. Jika customer sudah kecewa, mereka bisa saja kemudian akan meninggalkanmu dan beralih ke pesaingmu.

  1. Instagram Akan Menangguhkan Akunmu

Tidak hanya ditinggalkan customer, dampak buruk lain membeli followers dengan akun bot adalah pihak Instagram akan menagguhkan akun bisnismu. Menurut Hootsuite, memakai layanan jasa followers memang merupakan bentuk pelanggaran persyaratan layanan dari Instagram. Dari sini maka pihak Instagram bukan tidak mungkin kemudian akan menagguhkan akunmu sehingga Anda tidak bisa lagi menggunakan akun.

  1. Tidak Menghasilkan Apapun dan Malah Merugi

Followers yang dibeli dari cara membeli memang sesuatu yang membuamu mendapat kerugian. Alih-alih mendapat feedback peningkatan engagement, Anda malah bisa ditinggalkan customer. Dari sini maka kerugian pun tidak bisa dihindari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top