Peluang Usaha

Teknik Pengemasan Ikan Cupang Agar Aman Saat Pengiriman

pengemasan-ikan-cupang

pengemasan ikan cupang/https://trapratam.wordpress.com/

Ikan cupang saat ini memang menjadi salah satu komoditi yang saat ini laris manis diburu konsumen. Dari sinilah maka banyak yang kemudian menjadikan ikan cupang sebagai peluang mendapatkan cuan. Namun dalam bisnis ikan cuan ini ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Salah satu hal penting yang perlu dicermati oleh pebisnis ikan cupang adalah teknik pengemasannya. Meski banyak yang mengatakan perawatan ikan cupang ini tidak terlalu rumit, namun tetap saja ketika sudah dibeli konsumen secara langsung atu online, pengemasannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab bila pengemasan dilakukan tidak tepat maka ikan cupang bisa saja kemudian mati dan membuat konsumen kecewa. Nah berikut ini cara pengemasan ikan cupang yang baik dan aman untuk diterapkan.

  1. Kemas Secara Terpisah

Teknik pengemasan ikan cupang pertama yang perlu kamu perhatikan adalah pemisahan ikan itu sendiri. Ikan cupang memang tergolong ikan yang agresif. Maka dari itu bila kamu mengemas ikan cupang berbarengan atau bersamaan, maka bisa saja terjadi perkelahian antar ikan cupang yang membuat steess hingga mati. Untuk itulah agar ikan cupang aman dari stress dan risiko mati dalam pengiriman pastikan Anda mengemasnya secara terpisah. Ingat satu kemasan untuk satu ikan. Tidak boleh ada satu kemasan untuk dua ikan sekalipun. Pastikan pula sebelumnya ikan dipuasakan selama 12—24 jam.

  1. Wadah yang Digunakan

Untuk penggunaan wadah yang disarankan untuk pengemasan ikan cupang adalah kantung plastik poli etilen (PE) ukuran 10 cm x 20 cm; 12 cm x 25 cm; dan 14,5 cm x 29 cm. Untuk mencegah atau meminimalisir kebocoran saat pengiriman yang dapat membuat ikan cupang mati maka pastikan untuk membuat rangkap minimal dua plastik dalam pengemasannya sebelum diisi air. Untuk ukuran plastik yang digunakan ini memang bisa berbeda-beda tergantung jenis ikan dan lamanya pengiriman. Seperti contoh jenis ikan cupang rosetail membutuhkan ukuran plastik sebesar 10 × 25 cm. Namun bila pengirimannya ke tempat yang tidak terlalu jauh maka ikan cupang bisa dikemas dalam ukuran plastik kecil.

  1. Air yang Digunakan

Berikutnya hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan ikan cupang adalah air yang digunakan. Air yang digunakan untuk mengisi kemasan plastik ini memang tidak boleh sembarangan. Tapi air yang digunakan harus ditakar dengan tepat yakni sekitar seperempat volume kantung plastik dengan komposisi udara dan air di dalam plastik adalah 70: 30. Jangan lupa juga untuk membubuhi atau menambahkan obat anti stress pada air yang digunakan dalam pengemasan ikan cupang.

  1. Cermati Oksigen dalam Kemasan

Ketika air dan ikan sudah dimasukkan dalam wadah plastik, maka jangan lupa untuk memperhatikan oksigen dalam wadah tersebut. Hindari pengisian udara pada wadah dengan cara meniup karena dapat memperbanyak kandungan karbondioksida. Hindari juga pengisian dengan tabung oksigen secara langsung karena dapat menyebabkan kantong cepat kempis. Maka langkah yang tepat untuk mendapatkan oksigen secara alami dalam wadah ikan adalah dengan mengikat plastik hingga menggelembung.

  1. Penggunaan Box atau Stereofom

Terakhir, tahapan teknik pengemasan ikan cupang adalah penggunaan box atau stereofom. Setelah wadah plastik sudah siap dengan ikan cupang maka wadah tadi perlu dimasukkan ke dalam box berupa kotak stereofom. Kenapa harus kotak stereofom? Sebab kotak stereofom ini berfungsi sebagai untuk melindungi plastik atau wadah ikan dari tekanan atau benturan barang-barang lain saat proses pengiriman oleh pihak ekspedisi. Kotak stereofom ini juga berfungsi untuk memastikan letak kantung tidak bergeser dari tempat semula. Manfaat lain dari penggunaan kota stereofom ini yaitu mampu menjaga kondisi suhu udara dalam kemasan serta memiliki bobot ringan hingga memperkecil biaya angkut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top