Bisnis Online

Gak Gampang, Inilah Suka Duka Jadi Freelancer

Siapa bilang jika bekerja sebagai freelancer itu gampang? Faktanya pekerjaan freelancer bisa lebih sulit dari pekerjaan full time lo!. Keuntungan bekerja sebagai freelancer memang banyak diantaranya jam kerja tidak dibatasi. Anda menjadi karyawan sekaligus atasan atas pekerjaan anda sendiri. Anda tidak terikat dengan aturan kerja yang ketat layaknya dalam perusahaan. Freelancer juga bisa bekerja di beberapa perusahaan sekaligus dan memiliki pendapatan yang jauh lebih besar ketimbang karyawan biasa.

Ini lo suka dukanya menjadi seorang freelancer yang wajib anda ketahui sebelum memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan.

Pendapatan  Tak Tentu

Pendapatan seorang freelancer bisa jadi lebih besar ketimbang pekerja kantoran pada umumnya. Sayangnya pendapatan ini tak bersifat tetap sehingga kadang bisa jadi seorang freelancer tak bisa mendapatkan penghasilan sama sekali dalam satu bulan.  Pendapatan freelancer didasari atas tawaran job dari klien. Penting bagi seorang pekerja lepas untuk mencari clien yang mampu merekrutnya untuk project long term.

Minim Interaksi Sosial

Bekerja sebagai pekerja lepas bisa dibilang minim inetraksi social. Jika karyawan kantor punya partnet kerja yang bisa membantunya dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan maka freelancer  biasa melakukan segalanya sendiri. Lebih banyak waktunya dihabiskan untuk bekerja sendiri  dan tidak memiliki jenjang karir yang jelas. Berbeda jika anda bekerja sebagai karyawan yang punya kontrak kerja serta jenjang karir yang bisa diandalkan di masa depan.

Jam Kerja Tak Menentu

Bisa dikatakan untuk menjadi seorang freelancer  bisa menentukan sendiri jam kerja anda. Sayangnya tak jarang pekerja lepas juga bisa bekerja lebih dari 8 jam dalam sehari jika sedang mepet deadline. Oleh karenanya penting bagi anda yang bekerja sebagai pekerja lepas untuk membuat timeline agar waktu pengerjaan tidak saling tabrak deadline.

Minim Fasilitas Karyawan

Namanya juga tidak terikat kontrak  sehingga para freelancer ini juga minim fasilitas karyawan. Mereka tidak mendapatkan asuransi kesehatan  sebagaimana yang didapatkan oleh pekerja kantoran. Ketika mereka sakit tentu biaya pengobatan akan ditanggung sendiri.

Sering Jadi Korban Penipuan

Gak enaknya jadi freelancer itu ialah kerap jadi korban penipuan oleh para kliennya sendiri. Tindak kejahatan berupa penipuan ini memang umum terjadi pasalnya freelancer kerap mendapatkan project secara online.

Persaingan Tinggi

Tingkat persaingan antara satu freelancer dengan freelancer lainnya cukup tinggi.  Apalagi jumlah pengangguran di Indonesia lumayan tinggi serta banyak yang memilih menjadi freelancer sambil menunggu panggilan kerja. Reputasi seorang freelancerlah yang menjadi jaminan anda mendapatkan project saat competitor semakin banyak.

Fakta Mencengangkan Sebagai Freelancer

Heart Attack

Rumah produksi Thailand beberapa tahun lalu merilis sebuah film yang mengangkat cerita tentang seorang freelancer desain grafis.  Film ini diberi judul Heart Attack yang dibintangi oleh Nottapon Boonprakob dan Davika Hoorne.  Film ini bahkan mampu menghasilkan US$6.2 juta dalam waktu 50 hari. berkisah tentang Yoon yang terganggu pekerjaannya karena ruam. Seorang dokter kulit Im yang ditaksirnya memerintahkan Yoon untuk lebih banyak berisitirahat. Disinilah konflik mulai tercipta antara mementingkan kesehatannya atau deadline projectnya. Bagi anda yang bekerja sebagai freelance wajib nonton film ini dijamin seru dan sarat moral.

Bekerja Freelancer Selama 3 Jam = 8 Jam kerja Kantoran

Sebuah penelitian pernah dilakukan bahwasahnya pekerja kantoran tidaklah produktif sepanjang hari. Dari jam kerja sebanyak 8 jam tersebut lebih dari separuhnya melakukan hal – hal diluar pekerjaan. Waktu produktif mereka bahkan hanya sampai  3 jam saja , ini artinya bekerja sebagai freelancer memiliki tingkat produktivitas yang rata – rata sama dengan pekerja kantoran.

 

Click to comment

Diskusi dan Komentar

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top
%d bloggers like this: