Keuangan

Cara Mengatur Keuangan bagi Freelancer yang Tak Tentu Penghasilannya

atur-keuangan-freelancer

atur keuangan freelancer/https://designshack.net/

Freelancer adalah mereka yang bekerja tanpa terikat dengan waktu dan tempat. Meski punya keunggulan atau keuntungan dengan cara kerja bebas, tapi ada kekurangan yang akan selalu dihadapi setiap freelancer yakni tak menentunya penghasilan. Penghasilan yang tak tentu ini sendiri terjadi karena freelancer bekerja dari banyak-sedikitnya project setiap bulan. Semakin banyak project yang dikerjakan maka akan semakin banyak penghasilan yang didapat. Sebaliknya, semakin sedikit project semakin kecil pula penghasilan yang diperoleh freelancer. Dari sinilah maka para freelancer harus punya cara atau strategi mengatur pendapatannya agar tetap bisa menjalankan kehidupan dengan baik.

  1. Persiapkan Dana Darurat Lebih Banyak

Pertama, cara mengatur keuangan para freelancer adalah mempersiapkan dana darurat lebih banyak. Dana darurat memang sangat penting untuk berjaga-jaga pada kondisi yang tidak pasti atau mendadak. Nah untuk para freelancer ini diperlukan dana darurat yang lebih banyak dibanding pegawai kantoran. Menurut ahli keuangan, dana darurat untuk freelancer ini idealnya 12 kali pengeluaran bulanan. Kenapa harus lebih banyak? Ini karena penghasilan freelancer yang tak tentu, membuat alokasinya juga harus lebih banyak. Seperti misalnya ada pemasukan besar, maka Anda perlu mengalokasikan dana darurat sebesar 20 persen lebih banyak dari umumnya yang hanya 10 persen. Alokasi ini untuk berjaga-jaga bila di suatu hari Anda mendapati penghasilan yang kecil karena minimnya project.

  1. Investasi Untuk Masa Depan

Untuk menyongsong masa depan yang cerah, seorang freelancer juga harus melek investasi. Dengan berinvestasi maka Anda tak perlu khawatir dengan inflasi yang selalu muncul setiap tahun. Ini karena Anda sudah memiliki pegangan untuk keuangan yang sehat pada jangka panjang. Investasi sendiri saat ini cukup banyak pilihannya. Beberapa jenis investasi yang cocok dijalankan para freelancer yaitu investasi saham, reksadana, P2P lending, emas, deposito dan lainnya. Intinya Anda harus bisa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko untuk menghindari kerugian. Untuk investasi ini cobalah untuk menyisihkan sebesar 10 persen dari penghasilan.

  1. Miliki Perlindungan atau Proteksi

Berikutnya, cara mengatur keuangan untuk freelancer adalah dengan memiliki proteksi. Proteksi atau perlindungan ini sediri tentu wujudnya adalah asuransi. Kenapa harus punya asuransi? Sebab, dengan asuransi ini Anda akan menjadi tenang karena ada perlindungan yang menyertai kehidupan. Minimal Anda harus punya asuransi kesehatan. Dengan pola kerja yang sewaktu-waktu sangat ketat, membuat freelancer seringkali harus bekerja dengan pola yang berantakan. Tidak hanya begadang, saat freelancer mendapat banyak project biasanya makan juga menjadi tidak teratur. Nah dari sinilah maka freelancer akan membutuhkan perlindungan dari asuransi.

  1. Batasi Utang atau Pinjaman

Seorang freelancer memang sebisa mungkin harus menghindari hutang. Kenapa? Sebab berhutang sangat berpotensi menjerumuskannya pada kehancuran finansial. Apalagi bila hutang ini sering dilakukan dan digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Keuangan yang tidak pasti setiap bulannya sudah seharusnya membuat freelancer harus bisa pintar-pintar dalam mengelola uang. Kalau pun mau berhutang pastikan untuk melakukannya jika sangat-sangat mendesak.

  1. Atur Alokasi Pengeluaran

Terakhir, cara mengatur keuangan bagi freelancer yang tak menentu penghasilannya adalah dengan mengatur alokasi pengeluaran. Manajemen dalam pengeluaran memang menjadi kunci sukses tidaknya freelancer mengatur keuangannya. Semakin baik mereka bisa mengelola pengeluarannya maka akan semakin sukses mereka untuk meraih keuangan yang sehat. Menurut pakar keuangan, rincian pengeluaran yang tepat untuk para freelancer ini adalah 50 persen untuk kebutuhan utama atau rutin, dana darurat 20 persen, asuransi 10 persen, investasi 10 persen dan amal 10 persen. Untuk pengeluaran pokok sebesar 50 persen ini sifatnya bisa fleksibel karena harus disesuaikan dengan kondisi finansial. Bila pemasukan sedang minim atau ingin berhemat, Anda bisa memangkas kebutuhan yang masih bisa ditunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top