Keuangan

3 Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang Harus Dihindari Fresh Graduate

kesalahan-finansial-fresh-graduate

Kesalahan pengelolaan keuangan fresh graduate/https://pencaker.id/

Seorang lulusan baru atau fresh graduate biasanya akan merasa sangat senang bila sudah masuk kerja dan menerima gaji pertamanya. Perasaan gembira ini sangat wajar. Namun sangat disayangkan banyak dari fresh graduate yang tidak bisa mengelola keuangan di awal mereka bekerja dan menerima gajinya. Dari sini maka mereka pun harus kembali bersusah payah menjalani hidupnya untuk bisa terus menyambung hidup tanpa pandangan masa depan finansial yang jelas. Penyebab dari semua ini tentu saja adalah kesalahan pengelolaan keuangan. Untuk itulah seorang fresh graduate seharusnya bisa menghindari beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan berikut ini.

  1. Tidak Menyiapkan Anggaran Keuangan

Kesalahan pertama seorang fresh graduate dalam mengelola keuangan adalah tidak menyiapkan anggaran keuangan. Perlu diketahui bahwa setelah masa bekerja kamu akan membutuhkan banyak hal yang memerlukan pengeluaran. Dari sinilah seharusnya para fresh graduate bisa menghemat uang atau penghasilan yang diterima. Gaji pertama yang ada pastikan tidak kamu belanjakan untuk keperluan yang tidak penting seperti membeli ponsel baru, kuliner atau liburan.

Membeli kesenangan pribadi ini memang sering muncul pada para fresh graduate yang menerima gaji pertama. Tak jarang mereka para fresh graduate ini juga mentraktir teman-temannya setelah menerima gaji pertama. Menurut banyak ahli keuangan, langkah berfoya-foya seperti itu merupakan sebuah kesalahan bagi fresh graduate yang belum stabil finansialnya. Maka dari itu para ahli finansial menyarankan lebih baik para fresh graduate ini menggunakan gaji pertamanya untuk menyiapkan anggaran keuangan.

Anggaran keuangan ini bisa kamu siapkan dengan skema 50/20/30. Skema ini sendiri memiliki arti 50 persen dari pendapatan disarankan untuk dialokasikan ke pengeluaran primer, seperti membeli makan hingga membayar tagihan, 20 persen untuk tabungan, dan 30 persen bisa digunakan untuk keperluan lain.

  1. Membeli Rumah Sebelum Menyanggupinya

Berikutnya, kesalahan pengelolaan keuangan yang harus dihindari fresh graduate adalah membeli rumah sebelum menyanggupinya. Rumah memang penting untuk masa depan dan investasi. Apalagi bagi pasangan baru, rumah tentu akan menjadi nilai tersendiri saat memilikinya. Namun bila kamu sebagai fresh graduate memaksakan diri membeli rumah, walau itu bersifat kredit seperti KPR, maka hal ini bisa membuat finansialmu terbebani lebih besar.

Apalagi bila kamu membayar DP kecil untuk rumah KPR ini maka bebannya akan semakin besar. Sebab semakin kecil DP KPR yang dibayarkan, maka semakin besar uang cicilan yang perlu dibayarkan. Jangan lupakan juga bahwa kepemilikan rumah ini juga membutuhkan beberapa biaya lain seperti pajak, perawatan, hingga dekorasi. Jadi pikirkan matang-matang sebelum mengambil rumah. Alangkah lebih baik kamu gunakan dulu uang yang ada untuk keperluan yang lebih produktif, seperti bisnis dan investasi.

  1. Tidak Memahami Gaji Utuh yang Diterima

Terakhir, kesalahan yang dilakukan fresh graduate dalam pengelolaan keuangan adalah tidak memahami gaji utuh yang diterima. Take home pay atau gaji yang dibawa pulang seorang pekerja seringkali sudah dipotong dengan beberapa item seperti pajak. Nah dari sinilah seharusnya kamu memahaminya ketika penawaran kontrak kerja dengan HRD atau pemilik perusahaan.

Tanyakan apakah gaji yang ditawarkan tersebut sudah bersih atau masih kotor sehingga harus dipotong dengan item-item tertentu? Jika kamu sudah memahami bahwa gaji yang ada tersebut ada potongan tertentu, maka kamu bisa berjaga-jaga untuk tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak penting.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top