Keuangan

7 Kesalahan Orang Indonesia dalam Mengatur Keuangan

Tentunya anda pernah mendengar pernyataan jika sebagian besar orang Indonesia masih kesulitan dalam mengelola keuangannya. Biasanya orang yang memiliki masalah ini akan beralasan jika penghasilan mereka tidak mencukupi kebutuhan. Padahal sebenarnya berarapapun penghasilan seseorang tidak ada artinya bila porsi konsumsi lebih besar daripada yang untuk ditabung. Inilah yang bisa dibilang menjadi salah satu kesalahan cara mengatur keuangan pribadi yang umumnya dilakukan orang indonesia. Nah untuk anda yang ingin lebih tahu kesalahan-kesalahan orang Indonesia seputar mengelola keuangan pribadi lainnya, maka anda bisa melihat daftar yang ada dibawah ini.

  1. Hidup dari Gaji ke Gaji

Kesalahan pertama orang Indonesia dalam mengatur keuangan pribadinya adalah dengan hidup dari gaji ke gaji. Sebagian besar orang indonesia, tidak pernah berfikir mengenai sumber pemasukan yang lainnya, selain gaji bulanan yang mereka dapatkan. Hal ini tentunya merupakan sebuah kesalahan besar. Hal ini karena mungkin saja anda akan memerlukan uang untuk membayar kebutuhan mendesak atau yang lebih parah lagi, anda kehilangan pekerjaan. Inilah kenapa para ahli keuangan merekomendasikan generasi muda untuk memiliki sumber pemasukan lain seperti pekerjaan atau bisnis sampingan atau investasi yang mampu memberikan pasif income.

  1. Mengabungkan Rekening Tabungan dan Rekening Sehari-hari

Niat anda menabung tiap bulannya bisa jadi akan sia-sia bila anda hanya memiliki satu rekening saja. Uang anda akan lebih cepat dan mudah habis. Penyebabnya karena anda merasa masih memiliki uang banyak di rekening. Apabila anda ingin serius dalam mengumpulkan uang, maka akan lebih baik jika memisahkan rekening untuk keperluan transaksi sehari-hari dan rekening tabungan.

  1. Memiliki Pola Pikir Jika Menabung Sama dengan Investasi

Sebuah riset menyatakan jika kebanyakan generasi Indonesia menyisihkan penghasilan mereka untuk ditabung. Mereka juga menganggap jika menabung sama saja seperti melakukan investasi. Padahal, menabung dan investasi sebenarnya tidak sama. Menabung merupakan kegiatan menyisihkan uang untuk disimpan dan digunakan sewaktu-waktu. Biasanya uang yang disimpan dalam bank tidak memberikan imbal hasil atau memberikan imbal hasil yang sangat kecil. Berbeda dengan investasi yang merupakan strategi finansial untuk jangka panjang dengan cara menyimpan uang pada instrument investasi yang mampu memberikan imbal hasil di atas tabungan.

  1. Menabung Setelah Puas Berbelanja

Apabila anda termasuk orang yang sering melakukan hal ini, maka besar sekali kemungkinan bagi anda untuk tidak akan ada yang tersisa untuk disimpan. Apabila adapun, biasanya nilainya sangatlah kecil. Padahal, menyisihkan uang demi investasi akan lebih baik jika dilakukan sebelum anda berbelanja. Maksutnya, jika anda sudah mendapatkan pemasukan, potong atau sisihkan lebih dahulu untuk disimpan. Baru sisanya bisa anda gunakan untuk belanja.

  1. Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil

Kebanyakan orang hanya mengawasi pengeluaran rutinnya saja seperti membayar tagihan listrik, cicilan kartu kredit, belanja bulanan dan lain sebagainya. Tapi banyak yang tidak mengawasi pengeluaran kecil seperti jajan, uang tol, uang parkir dan lain-lain. Padahal pengeluaran yang kecil dan tidak rutin ini seringkali menjadi penyebab dari pemborosan. Untuk itulah, ada baiknya anda mencatat semua pengelaran. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengontrol keuangan anda. Untuk membantu memudahkan anda mencatat pengeluaran sendiri saat ini sudah banyak sekali aplikasi pencatatan pengeluaran yang dapat anda unduh secara gratis

  1. Tidak Memiliki Dana Darurat

Tentunya anda pernah mengalami hari dimana anda harus mengeluarkan uang di luar rencana anda. Sebagai contoh untuk kendaraan yang tiba-tiba rusak atau anda jatuh sakit. Nah bila anda tidak memiliki dana darurat, maka anda harus siap-siap untuk mengalami kesulitan finansial. Hal ini karena selain tabungan dan investasi, mempunyai dana darurat adalah hal yang wajib dan sangat penting. Untuk jumlah ideal dana darurat ini, minimal sebesar 3 kali penghasilan anda selama sebulan.

  1. Tidak Mempersiapkan Pensiun dengan Baik

Banyak sekali para pensiunan yang akhirnya terpaksa menurunkan standart hidupnya. Penyebabnya karena pemasukannya tidak memadai. Masalah ini sendiri adalah buah dari kesalahan dalam cara mengatur keuangan pribadi ketika muda. Kebanyakan generasi muda indonesia hanya berfikir untuk hidup jangka pendek saja. Padahal saat sudah tidak produktif lagi nanti penghasilan anda akan jauh berkurang. Nah apabila tidak mempersiapkan dana pensiun dengan baik atau sumber pemasukan pasif di masa depan, anda bisa saja pensiun dalam keadaaan yang memprihatinkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top