Lainnya

New Normal, Beginilah Skema Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

new-normal-di-sekolah

new normal di sekolah/https://antarkabarid.wordpress.com/

Pada masa New Normal nanti memang akan banyak aturan yang bisa kita dapati. Salah satu aturan yang akan muncul nantinya akan kita jumpai di lingkungan sekolah. Bahkan aturan New Normal di lingkungan pendidikan ini telah disusun dan akan diterapkan sebentar lagi dibeberapa daerah seperti Bekasi. Bekasi yang notabene merupakan zona merah yang cukup tinggi angka penyebaran Covid-19 memang sudah membuat Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas. Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada masa New Normal di Bekasi ini sudah ditetapkan dalam Keputusan Wali (Kepwal) Kota Nomor 420/Kep.346-Disdik/V/2020. Nantinya protokol ini bisa jadi akan juga diterapkan pada sekolah-sekolah lain di Indonesia. Lalu bagaimana skema pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada masa New Normal tersebut? Berikut ulasannya.

  1. Pembagian Waktu Belajar

Wujud pelaksanan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada masa New Normal yang pertama adalah pembagian waktu belajar. Karena virus corona yang masih belum hilang maka memang diperlukan pembagian waktu belajar di kelas agar tidak terjadi kerumunan siswa yang dapat memicu penularan. Dengan pembagian waktu belajar yang bisa berlangsung dua sesi yakni pagi dan siang, membuat guru bisa menerapkan physical distancing antar siswa saat berada di kelas atau di luar kelas. Pembagian waktu belajar ini bisa dilakukan dengan membagi kelas menjadi dua kelompok belajar yang nantinya akan belajar dengan sistem shift pagi dan siang.

  1. Pengurangan Waktu Belajar

Karena adanya sistem shift tadi, maka mau tak mau waktu belajar pun otomatis akan berkurang dari waktu biasanya sebelum adanya pandemi. Tapi kekurangan waktu belajar di sekolah ini nantinya akan diganti dengan penerapan belajar di rumah yang akan diwajibkan pada semua siswa. Dengan adanya penambahan waktu belajar di rumah maka siswa bisa memaksimalkan belajarnya.

  1. Penerapan Protokol Kesehatan Secara Umum

Berikutnya, skema pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di sekolah pada masa New Normal adalah adanya penerapan protokol kesehatan pada umumnya. Seperti tempat-tempat lain yang menerapkan protokol kesehatan, maka di sekolah juga akan diterapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang akan diterapkan di sekolah sendiri yaitu penggunaan masker yang harus dikenakan oleh setiap siswa. Tidak lupa juga nantinya setiap siswa yang akan masuk ke sekolah harus dicek suhu tubuhnya dengan menggunakan termometer. Kegiatan cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer juga akan digalakkan supaya membuat siswa terbiasa melakukannya di sekolah. Untuk protokol yang satu ini maka pihak sekolah diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan di beberapa lokasi di sekolah, terutama di depan setiap kelas. Tak lupa juga penerapan jaga jarak akan digencarkan pihak sekolah pada setiap siswa sepanjang belajar di sekolah. Untuk kegiatan salam dengan berjabat tangan pun, maka di masa New Normal ini pihak sekolah tidak memperbolehkannya. Sebagai gantinya maka salam berjabat tangan ini bisa diganti dengan salam namaste.

  1. Kehadiran Guru

Dalam masa New Normal ini maka ada ketetapan yang mengatur kedatangan guru lebih awal maksimal 15 menit sebelum siswa masuk kelas. Tujuan ketetapan pra-pembelajaran ini diberlakukan adalah agar guru bisa memberikan sosialiasi yang intens terhadap siswa mengenai pencegahan Covid-19. Selain itu tujuan ketetapan ini adalah supaya guru bisa melakukan pengecekan dan persiapan sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai.

  1. Waktu Istirahat Siswa

Terakhir, hal yang akan diatur dalam pembelajaran masa New Normal di sekolah adalah waktu istirahat siswa. Momen jam istirahat siswa ini memang sangat penting untuk dicermati. Sebab ketika istirahat siswa acapkali akan beraktivitas semaunya tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Selain memastikan siswa untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, tak lupa juga guru harus memberikan keharusan bagi siswa untuk membawa bekal makanan sendiri dari rumah yang sehat dan higienis. Ketika pulang dari sekolah, guru juga harus kembali memastikan bahwa siswa harus kembali ke rumah dalam keadaan bersih dengan cara menyemprotkan disinfektan dan mencuci tangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top