Keuangan

Tips Jalankan Manajemen Dana Darurat untuk Pebisnis, Coba Yuk!

manajemen-dana-darurat

Menjadi pebisnis, Anda memang perlu perhitungan. Bukan perhitungan dalam arti pelit. Tapi perhitungan ini maksudnya adalah memperhitungkan segala sesuatunya untuk menghindari risiko usaha. Risiko usaha memang bisa membuat seorang pebisnis guncang bahkan kalap. Maka dari itu ketika menjalankan bisnis, seorang pengusaha memang diharuskan untuk cermat dan mampu mengantisipasi munculnya risiko. Salah satu cara meminimalisir dan mengantisipasi risiko bisnis yang bisa dilakukan pebisnis adalah mempersiapkan dana darurat. Dengan adanya dana darurat, maka risiko yang menimpa bisnis memang akan membuat Anda bangkit lagi dan tak goyah. Namun agar dana darurat yang Anda miliki ini benar-benar optimal, maka dana darurat ini perlu dikelola dengan baik. Nah berikut ini adalah beberapa tips mengelola atau menjalankan manajemen dana darurat yang baik untuk dijalankan pebisnis.

  1. Tentukan Jumlah Dana Darurat yang Harus Disiapkan

Pertama, tips mengelola dana darurat yang bisa dijalankan pebisnis adalah dengan menentukan jumlah dana yang akan disiapkan. Dana darurat memang harus ditentukan besarannya agar Anda tidak terbebani saat menyimpannya. Dengan adanya hal lain yang perlu dipenuhi maka Anda memang perlu memperhitungkan dengan cermat besaran dana untuk keperluan dana darurat ini. Dana darurat memang penting, tapi lebih penting lagi eksistensi bisnis Anda. Sebab dana darurat ini sifatnya hanya sebagai cadangan, maka Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menyiapkan uang dalam jumlah besar untuk dana darurat ini. Pastikan saja Anda rutin menyimpan dana darurat ini meski jumlahnya tidak besar.

  1. Cicil Pengumpulan Dana Darurat

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa dana darurat ini hanya butuh kedisiplinan untuk membuatnya terkumpul dan sukses. Meski jumlahnya tidak besar, tapi bila Anda rutin mengumpulkan uang untuk dana darurat bisnis ini maka Anda akan bisa menjadikannya sebagai andalan untuk meminimalisir risiko usaha. Pencicilan dana darurat ini sendiri bisa Anda ambil dari sisa keuntungan bisnis tiap bulan atau juga dari keuntungan lebih dari target yang ditetapkan. Dari pencicilan dana yang Anda lakukan maka dana darurat ini tak terasa lama kelamaan akan terkumpul dan mampu Anda andalkan untuk meminimalisir risiko usaha.

  1. Dana Darurat dan Modal Jangan Dicampur

Berikutnya, manajemen dana yang bisa lakukan pebisnis adalah tidak mencampurnya dengan modal. Dana darurat memang harus terpisah dengan jenis keuangan lain, termasuk modal. Sebab bila dana darurat ini dicampur dengan keuangan yang lain maka hal ini akan membuat Anda akan kebingungan saat membutuhkan salah satunya. Seperti bila Anda sedang membutuhkan modal, maka dana darurat Anda bisa habis terpakai karana tidak sadar ada dana darurat. Sebaliknya pula bila Anda sedang membutuhkan dana darurat, maka bila tercampur dengan jenis keuangan lain, hal ini akan membuat Anda kebingungan mengambil jumlah dana darurat yang diperlukan.

  1. Simpan Dana Darurat di Tempat Khusus

Untuk bisa memisahkan dana darurat dengan jenis keuangan lain, termasuk modal, maka Anda harus menyimpannya di tempat khusus. Tempat khusus menyimpan dan darurat ini adalah seperti rekening bank. Kenapa harus di rekening bank? Sebab, dengan menyimpannya di rekening bank, maka dana darurat Anda akan aman. Jangan lupa buatlah rekening bank khusus untuk dana darurat yang tidak tercampur dengan dana lain. Kalau perlu Anda bisa membuat setoran otomatis ke rekening dana darurat setiap bulannya agar Anda terbiasa melakukannya. Rekening bank memang salah satu pilihan tempat penyimpanan dana darurat yang disarankan. Tapi bila Anda ingin menyimpannya di tempat khusus yang lain, maka pastikan saja bahwa dana darurat ini aman dan tidak bercampur dengan dana lainnya.

  1. Terus Monitor Dana Darurat

Terakhir, tips menjalankan manajemen keuangan untuk dana darurat bisnis adalah dengan terus memonitornya. Keberadaan dana darurat ini memang harus terus diawasi. Meski Anda sudah menjalankan transfer otomatis ke rekening dana darurat setiap bulannya, tapi tetap Anda harus melakukan pemantauan secara berkala pada dana darurat tersebut. Untuk apa melakukan pemantauan? Pemantauan dana darurat ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan gambaran persiapan untuk risiko yang lebih besar. Sebab, bila bisnis Anda semakin besar maka dana darurat yang dibutuhkan pun juga akan semakin besar. Nah, dari sinilah Anda harus selalu rajin dan rutin melakukan monitoring dana darurat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang Menarik di Bulan Ini

To Top